RAHASIA PANGERAN (bag 3) Januari 30, 2009
Posted by elindasari in Renungan.Tags: Celengan, Iklan, Motor, pangeran, Rahasia, Sekolah
5 comments
(Bagian 3)
Pagi itu sengaja aku berangkat agak siang ke kantor karena akan berencana
akan langsung ke bank dulu, sehingga aku dapat terlebih dahulu mengantar
Pangeran ke sekolah.
Tiba-tiba kira-kira 200 meter lagi sampai disekolah pangeran berujar,
”Ma…ma…stop ma….itu ada bu Ita, diajak sekalian yach”.
Aku langsung mengurangi laju mobilku dan mulai menghentikan mobilku tak
jauh dari tempat yang ditunjuk Pangeran. Lalu aku bergegas membuka jendela
mobil. Ternyata benar, tampak bu Ita dan putranya sedang berjalan kaki
menuju ke sekolah. Kulihat wajah bu Ita dan anaknya penuh keringat.
Kebetulan hari ini matahari bersinar terang sejak terbit tadi, sehingga terik
pagi sudah mulai terasa sejak tadi. Apalagi kalau jalan kaki pasti lebih lagi
dech, alam pikirku mulai mengevalusi.
”Ayo, bu Ita ikut sekalian” ajakku kepada bu Ita dan dua seorang
putranya ini.
Lalu tak lama berselang terjadilah percakapan ringan antara aku dan
bu Ita.
(O, iya aku ceritakan sedikit…Bu Ita ini adalah ibu guru Pangeran
ketika masih duduk di kelas 1 SD. Kebetulan beliau juga merangkap
sebagai guru melukis untuk extra kurikuler di sekolah pangeran.
Jadi meskipun sekarang Pangeran sudah duduk di kelas 4 SD untuk
kegiatan ini pangeran masih dibimbing oleh bu Ita. Sedangkan suami
bu Ita yang saya tahu juga seorang Bapak guru di SMP, yang letaknya
berselang 1 kilometer dari SD tempat ibu Ita mengajar).
”Bu Ita kok nggak diantar suami bu”, tanyaku membuka percakapan dengan
bu Ita yang kutahu biasanya diantar naik motor oleh suaminya terlebih dahulu
ke sekolah SD, sebelum suaminya juga berangkat ke sekolah SMP dimana
suaminya mengajar.
”Sudah enggak bu, motor suami saya 4 bulan yang lalu hilang di pasar”.
”O..begitu bu…terus pencurinya ketemu nggak ?”, tanya saya lagi.
”Sudah susah bu nyarinya, saya dan suami sudah mengiklaskannya!”, jawab
bu Ita dengan mimik yang terlihat masih sedikit sedih.
”Yach, sudahlah bu Ita, Insya Allah Tuhan akan kasih rejeki yang lebih dari
sekedar motor, yach bu”, hibur saya kepada bu Ita.
”Amien, terima kasih yach mama Pangeran, semoga do’anya didengar oleh
yang di Atas”, kali ini bu Ita berujar dengan wajah yang berseri-seri.
Tak lama kemudian kami sudah tiba di sekolah. Sambil mengucapkan terima
kasih dan salam bu Ita dan anaknya meninggalkan aku. Tak ketinggalan juga
Pangeran mencium tanganku sebagai salamnya.
”Hati-hati dan belajar yang baik yach Pangeran”, pesanku singkat buat
putraku ini.
****
Tak terasa sudah lebih dari dua bulan setelah kejadian ini berselang, aku
melihat beberapa brosur produk beberapa supermarket berada di laci meja
belajar Pangeran. Aku perhatikan beberapa dari iklan ini sempat hilang
karena digunting.
(Hem…dasar anak-anak ada aja kerjaannya, gumamku dalam hati,
atas keisengan Pangeran yang mengumpulkan beberapa gambar yang
terlihat berseliweran dan acak-acakan di dalam laci meja belajarnya) .
Tiba-tiba ketika aku dan suami baru asyik duduk santai sambil membaca
beberapa majalah kesukaanku di teras belakang pangeran menghampiriku.
”Mama, besokkan guruku ada yang ulang tahun, aku mau kasih hadiah buatnya,
boleh yach Ma ?”, tanya Pangeran kepadaku dengan mimik penuh pengharapan.
”Yach boleh aza, memang siapa yang ulang tahun”, jawabku santai kepada
Pangeran.
”Besok itu yang ulang tahun bu Ita, Ma”, jawab pangeran bersemangat.
”Yach sekarang Pangeran mau minta ditemeni cari kado apa”, tanyaku lagi
kepadanya.
”Ma, Pa, antarin Pangeran nyari hadiahnya yach”, kali ini Pangeran mulai
bergegas berlalu dari pandangan aku dan suami.
”Ei…Pangeran…tunggu…”,sahutku tetapi tidak dihiraukan oleh Pangeran.
Aku dan suami hanya saling pandang. Otakku mulai berputar dan mencoba
menerka kekonyolan apa lagi yang akan dibuat Pangeranku kali ini. Ah…moga
aza nggak yang buat aku pusing, harapku mulai sedikit cemas.
Berlanjut….
****
Jadi Ibu Yang Bisa Dibanggakan Oleh Anak-Anak Kita ! Juni 11, 2008
Posted by elindasari in Artikel.Tags: Ibu, Kebanggaan, Pusing, Peggy Melati Sukma, hari Ibu, 22 Desember, Gaul, Hamil, Masak, Sekolah, Pembantu, Baby sister, Tokso, Ngoro-ngidul, Ngelantur, Jaman dulu, Mertua, Laptop, Nikah, Anak-anak, KB, USG, Penyakit, Les, Tontonan, Games, Bacaan, TV, DVD, PS, Rekreasi, Tamasya, Bunga, Berdo'a
5 comments
Boleh dong kalau artikel saya kali ini, saya ajak para blogger jadi agak ngelantur-ngelantur dan ngoro-ngidul sebentar. Karena akhir-akhir ini saya sering dapat curhatan dari teman-teman (rata-rata udah menikah dan punya anak). Yang ternyata punya cerita seru-seru, dan baru ngerasain ketika mereka sendiri yang mengalami. Bagaimana “Susahnya Jadi Ibu di Jaman Sekarang”. Tapi cerita ini hanya sekedar curhat atau boleh dibilang sharing, tidak bermaksud yang aneh-aneh apalagi ada kesan menyesal, sebel dan sejenisnya.
So, ayo kita simak cerita-ceritanya yuk….