Bukan Salah Saya, Salah Siapa, Yach ? Mei 14, 2009
Posted by elindasari in Renungan.Tags: angkot, hujan, meeting, polisi, presentasi, salah, salah siapa, Salahkan, sopir angkot, terlambat
11 comments

Hem...salah siapa yach ?
Yap…pagi ini hujan turun lagi, padahal saya sudah kesiangan 10 menit dari biasanya. Duch.. gara-gara jam / wekerku mati (tiba-tiba baterainya habis)…eit tadi pagi nggak sempet berdering. Untung si mbak, sempet menggetuk kamar saya. Kalau enggak bisa-bisa kebablasan tidur dech, maklum kalau hujan dari pagi, tidur rasanya pulas banget, wahahaha. Bisa lebih gawat nich, saya bisa kesiangan tiba ke kantor, gumamku dalam hati.
Tapi yang membuatku uring-uringan pagi ini, tiba-tiba aki mobilku soak, alias nggak bisa nyala. Hem…sebenarnya sudah beberapa hari ini saya merasakan ada sesuatu yang nggak beres dengan mobilku, tapi berhubung saya nggak sempet dan nggak menyempatkan untuk bawa nich mobil ke bengkel, jadinya begini nich. Hahaha, saya mulai menertawakan keteledoranku sendiri. Untungnya Pangeran, putra tertuaku untuk seminggu ini sekolahnya libur, karena anak-anak kelas IV sedang ujian, sehingga saya tak perlu mengantarnya ke sekolah. So…masih aman dech.
Akhirnya pagi ini saya memutuskan untuk berangkat ke kantor naik kendaraan umum saja. Hup, sengaja saya nggak naik taksi, karena dalam sebulan ini sudah beberapa kali pulang pergi naik taksi, sepertinya saya sudah lebih boros dari biasanya. Saya coba untuk lebih ngirit.
Nah, dimulailah petualanganku ke kantor kali ini dengan naik kendraan umum. Berhubung hujan hanya tinggal rintik-rintik saya cukup membawa payung dan bergegas berjalan kaki sebentar untuk naik ojek ke depan kompleks. Lalu ke pangkalan angkot terdekat. Dan untungnya penumpang mulai berdatangan, sehingga angkot mulai berjalan.
Tetapi setelah berjalan sekitar 20 menit, tiba-tiba angkot menepi dan berhenti.
Saya yang sengaja sedari tadi asyik dengan novelku, mulai bertanya-tanya apa yang telah terjadi. Oooo, ternyata sopir angkot harus menemui seorang polisi lalu lintas.
(lagi…)
SOK Vs PENGERTIAN & EMPATI Desember 5, 2008
Posted by elindasari in Artikel.Tags: empati, kritik, omeli, pengertian, peserta training, Salahkan, trainer
6 comments

“S O K” Vs PENGERTIAN & EMPATI
Dalam satu session training untuk mengembangkan “Emotion Quality”,
salah satu trainer melontarkan sebuah cerita dan meminta
beberapa orang peserta training untuk kembali melontarkan
jawaban dan ekspresi mereka.
Kebetulan kami yang peserta wanita duduk bersebelahan secara
selang seling dengan peserta training pria, dalam beberapa
kelompok-kelompok kecil yang sudah dibagi sesuai topic
bahasan training pagi ini.
Nah, para pembaca ada yang penasaran tentang cerita / kasus
yang akan bersari pati tentang “PENGERTIAN & EMPATI” yang
bertentangan dengan “S O K” , kali ini, yuk disimak kulasannya berikut ini.
Trainer tersebut menceritakan sebuah cerita / kasus, kami
diminta untuk menyimak cerita tersebut dengan seksama dan
setelah itu sang trainer mengajukan jawaban & ekspresi dari
kami secara bergantian / bergiliran.
Trainer :
“Suatu pagi Anda sedang menyiapkan roti bakar untuk sarapan
suami / isteri Anda, tiba-tiba telepon berdering, anak Anda
menangis, dan roti bakar jadi hangus. Lalu suami / isteri
Anda berkomentar, “Kapan kamu akan belajar memanggang
roti tanpa ,menghanguskannya ?“ .
Nah, sekarang saya coba untuk minta jawaban ,
“ Kira-kira, bagaimana reaksi Anda ?”
(“Mohon diutarakan secara spontan & jujur”,
ujar trainer lagi sebelum meminta kami para peserta
untuk menjawab).
Peserta training A : “Mungkin saya akan langsung melemparkan
roti hangus itu ke mukanya !”
Trainer : “Ok, terima kasih, bagaimana bila ini terjadi
pada anda ?”, trainer mencoba peserta training B
Peserta training B : “Saya akan katakan padanya,
Makanya Bangun lebih pagi, dan kamu bakar sendiri rotinya !” .
Trainer : “Ok, terima kasih peserta training B, coba saya minta
jawaban & ekspresi dari peserta training satu lagi.
Nah, bagaimana bila ini terjadi pada anda ?”, trainer mencoba
peserta training C
Peserta training C : “Saya rasa saya akan menangis”
Trainer : “Ok, terima kasih, semuanya, ternyata jawaban &
ekspresinya beragam yach !”
Lalu, sang trainer melanjutkan lagi, “Sekarang bagaimana
perasaan Anda terhadap suami /isteri Anda ?”
Eit, tanpa dikomando semua peserta training menjawab ,
“Saya Marah, saya benci, saya merasa dianiaya, sebel,
kesel, kecewa, dll”.
(Wah-wah, ternyata semua kosa kata nggak enak diucapkan
disini, dan nyaris sama isinya).
Trainer : “Ok-ok, terima kasih, semuanya telah menungkapkan
perasaan & eksperesinya disini !”
Kemudian sang trainer melanjutkan lagi, “Mudahkah bagi Anda
semua untuk menyiapkan roti bakar lagi pagi itu?”
Semua Peserta Training : “Tentu saja tidak”
Trainer : “Jika suami / isteri Anda pergi bekerja, akan mudahkah
bagi Anda untuk membereskan rumah dan belanja kebutuhan
sehari-hari dengan lapang dada ?”, atau bagi yang sama-sama
bekerja atau punya kesibukkan lain di luar rumah, “Apakah anda
akan senang untuk membantu menyelesaikan aktivitas rutin anda
sepanjang hari itu setelah kejadian pagi tadi menimpa anda ?”.
Kebiasaan Menyalahkan Orang Lain Mei 23, 2008
Posted by elindasari in Renungan.Tags: Hitam, Kebiasaan, Kertas, Noda, Orang lain, Putih, Salahkan
3 comments
Mengamati kejadian sehari-hari diseputar kita, takkan pernah lepas dari caci maki dan sejuta sumpah serapah. Nggak dijalan, nggak di kantor, nggak di mall, nggak dirumah, nggak dimana saja, terkadang seringkali kita sadari maupun tanpa kita sadari kalau kita begitu cepat menyalahkan orang lain, apabila kita mengalami kejadian yang kurang mengenakan bagi diri kita. Entah masalahnya yang terkadang cukup sepele, maupun masalah yang lumayan serius.
Hem….benarkah sikap yang telah kita perbuat tadi adalah kebiasaan kita yang tidak kita sadari, terbentuk dari sikap kita sedari kecil ?.
