jump to navigation

CINTA Maret 11, 2009

Posted by elindasari in puisi.
Tags: , , , , ,
21 comments

Pembaca sekalian, pagi ini kembali ketika saya membaca
sebuah komentar dari seorang blogger bernama Rahman,
yang katanya sedang dilanda cinta….(duch senengnya),
kembali pula saya mendapatkan pesanan khusus.

Rahman minta dibuatkan puisi tentang suasana hatinya ini.
Ok, buat Rahman selamat menikmati puisi yang sengaja
saya persembahkan buatmu.
Mudah-mudahan puisi ini mewakili hasrat hatimu yang
sedang bergelora asmara.

Sedangkan buat blogger yang lain, silahkan menyimaknya juga.
Semoga para pembaca sekalian juga ikut terhibur.

pujangga-biola

CINTA

Alunan kata-katamu,
Membuat aku tertegun mendengarnya,

Hatiku bertaluh rindu,
Adakah kau rasakan perasaan yang sama denganku ?
Adakah kau rasakan keinginan seperti ini juga ?

Aku hanya menginginkan Cinta,
Aku memendam berjuta kerinduan padamu,

Andai kau mengerti,
Kasih sayangku ini hanya untukmu,

Mungkin aku tak mahir berkata-kata,
Mungkin aku tak pandai tuk melukiskannya,

Tapi bila kau rasakan mentari yang hangat,
Bila kau tatap kerlip bintang yang gemerlap,
Itulah gambaran keindahan cintaku,
Yang tulus dari hati ini untukmu,

Percayalah,
Aku tak mungkin bisa melupakanmu meski sekejap,
Karena kaulah dermaga yang terakhir bagiku,

Kasih,
Engkaulah belahan jiwaku,
Karena disisimu kutemukan sejuta kedamaian,

Kuharap,
Semoga secercah sinar kasih yang kau miliki,
Hanyalah untukku,
dan,
Takkan pernah hilang selamanya,
Abadi selamanya !

AKU & DIRIMU Desember 9, 2008

Posted by elindasari in puisi.
Tags: , , , ,
4 comments

Jauh sudah jalan berliku yang telah kita tempuh,

Demi hidup kita, cintaku & cintamu, cinta kita,

 

Tapi, terkadang, masih saja diriku,

Dilumuri seluruh resah di dalam hatiku,

 

Kadang kubenci diriku sendiri,  

Aku tak bisa menerima dirimu seutuhnya,

Tapi harus kukatakan jujur padamu,

Jika aku selalu merindukan dirimu,

 

Dalam angganku,

Tetap ada bayang wajahmu,

Terlukis, terpatri di dinding hatiku yang merona,

 

Sungguh,

Hanya Kau dalam hatiku,

Hanya Engkau dalam jiwaku,

 

Jujur kukatakan,

Meski harus kuakui,

Kau bukanlah yang pertama,

Yang pernah hadir di kalbuku,

 

Tapi  kini,

Dengarlah dengan segenap jiwa & ragamu,

 

Yang aku mau,

Hanya Aku & Dirimu,

Bisa berdua,

Aku & Dirimu

Selamanya Aku & Dirimu !

Bila Kurengkuh Mentari & Ku Dekap Rembulan November 18, 2008

Posted by elindasari in puisi.
Tags: , , , , , , ,
11 comments

kudekap-rembulan

 

Rambutku yang panjang terurai ditiup semilir angin,

Bak gulungan  gelombang di tengah samudra,

 

Ku membayangkan berdiri dipadang sahara,

Dengan tubuhku yang kotor bermandikan peluh dan keringat,

 

Mataku tajam seperti elang hutan,

Tuk menangkap kilau kedalaman yang paling dalam,

 

Bila dapat Ku rengkuh mentari,

Kan kusirami tubuhku dengan kemilauan cahayanya,

Agar terpancar keseluruh penjuru jagat raya ini,

 

Bila bisa Ku dekap rembulan,

Kan kulumuri wajahku dengan sinar keteduhannya,

Untuk menyelimuti bumi dan isinya,

 

Kadang ku menangis merinduimu mentari,

Kadang ku merintih karena mencintaimu rembulan,

 

Hem…dlm hening kuselalu memujamu,

Kudo’akan tentang keselarasanmu,

Beserta seluruh jagat raya yang ada di dunia.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 49 pengikut lainnya.