SOK Vs PENGERTIAN & EMPATI Desember 5, 2008
Posted by elindasari in Artikel.Tags: empati, kritik, omeli, pengertian, peserta training, Salahkan, trainer
6 comments

“S O K” Vs PENGERTIAN & EMPATI
Dalam satu session training untuk mengembangkan “Emotion Quality”,
salah satu trainer melontarkan sebuah cerita dan meminta
beberapa orang peserta training untuk kembali melontarkan
jawaban dan ekspresi mereka.
Kebetulan kami yang peserta wanita duduk bersebelahan secara
selang seling dengan peserta training pria, dalam beberapa
kelompok-kelompok kecil yang sudah dibagi sesuai topic
bahasan training pagi ini.
Nah, para pembaca ada yang penasaran tentang cerita / kasus
yang akan bersari pati tentang “PENGERTIAN & EMPATI” yang
bertentangan dengan “S O K” , kali ini, yuk disimak kulasannya berikut ini.
Trainer tersebut menceritakan sebuah cerita / kasus, kami
diminta untuk menyimak cerita tersebut dengan seksama dan
setelah itu sang trainer mengajukan jawaban & ekspresi dari
kami secara bergantian / bergiliran.
Trainer :
“Suatu pagi Anda sedang menyiapkan roti bakar untuk sarapan
suami / isteri Anda, tiba-tiba telepon berdering, anak Anda
menangis, dan roti bakar jadi hangus. Lalu suami / isteri
Anda berkomentar, “Kapan kamu akan belajar memanggang
roti tanpa ,menghanguskannya ?“ .
Nah, sekarang saya coba untuk minta jawaban ,
“ Kira-kira, bagaimana reaksi Anda ?”
(“Mohon diutarakan secara spontan & jujur”,
ujar trainer lagi sebelum meminta kami para peserta
untuk menjawab).
Peserta training A : “Mungkin saya akan langsung melemparkan
roti hangus itu ke mukanya !”
Trainer : “Ok, terima kasih, bagaimana bila ini terjadi
pada anda ?”, trainer mencoba peserta training B
Peserta training B : “Saya akan katakan padanya,
Makanya Bangun lebih pagi, dan kamu bakar sendiri rotinya !” .
Trainer : “Ok, terima kasih peserta training B, coba saya minta
jawaban & ekspresi dari peserta training satu lagi.
Nah, bagaimana bila ini terjadi pada anda ?”, trainer mencoba
peserta training C
Peserta training C : “Saya rasa saya akan menangis”
Trainer : “Ok, terima kasih, semuanya, ternyata jawaban &
ekspresinya beragam yach !”
Lalu, sang trainer melanjutkan lagi, “Sekarang bagaimana
perasaan Anda terhadap suami /isteri Anda ?”
Eit, tanpa dikomando semua peserta training menjawab ,
“Saya Marah, saya benci, saya merasa dianiaya, sebel,
kesel, kecewa, dll”.
(Wah-wah, ternyata semua kosa kata nggak enak diucapkan
disini, dan nyaris sama isinya).
Trainer : “Ok-ok, terima kasih, semuanya telah menungkapkan
perasaan & eksperesinya disini !”
Kemudian sang trainer melanjutkan lagi, “Mudahkah bagi Anda
semua untuk menyiapkan roti bakar lagi pagi itu?”
Semua Peserta Training : “Tentu saja tidak”
Trainer : “Jika suami / isteri Anda pergi bekerja, akan mudahkah
bagi Anda untuk membereskan rumah dan belanja kebutuhan
sehari-hari dengan lapang dada ?”, atau bagi yang sama-sama
bekerja atau punya kesibukkan lain di luar rumah, “Apakah anda
akan senang untuk membantu menyelesaikan aktivitas rutin anda
sepanjang hari itu setelah kejadian pagi tadi menimpa anda ?”.
RESEP LANGGENG PERNIKAHAN IBU & AYAHKU Juni 12, 2008
Posted by elindasari in Renungan.Tags: anak, ibu & ayah, Inspirasi, kasih sayang, kebaikan, langgeng, marah, melupakan, mengingat, pengertian, perhatian, pernikahan, Resep, romantis, sharing, zaman dahulu, zaman sekarang
3 comments
Ini adalah cerita tentang resep perkawinan yang langgeng dari ibu & ayahku. Karena pada hari ini mereka merayakan hari jadi pernikahan mereka yang ke 42, jadi tadi pagi saya sempatkan untuk memberi ucapan selamat dan tak ketinggalan do’a terbaik buat mereka tentunya..
Hem, terus terang aku sebagai anak ketiga di keluargaku sangat bangga, sekaligus kagum atas kelanggengan pernikahan mereka. Diusia mereka yang tidak lagi muda, mereka masih tetap mesra, akur, dan saling perhatian & pengertian. Sungguh aku sangat mengidolakan mereka.