jump to navigation

Andai Aku Bisa Sahabat Kecilku… Juli 24, 2008

Posted by elindasari in puisi.
Tags: , ,
4 comments

Andai Aku Bisa Sahabat Kecilku…

 

Lebih dari setengah kiloku berjalan,

Menyusuri padang keramaian kota Jakarta,

Kulalui perjalanan berteman deruh debu yang berlalu lalang,

 

Tuk sejenak bertemu sahabat kecilku,

Berpostur kecil lekat dengan propertinya yang hitam kumal,

Diujung trotoar jalan,

 

Istana sahabat kecilku di lorong  jembatan,

Beratapkan cahaya rembulan,

Bertiang kaki langit dibawah temaram,

Yang akrab dengan kubangan kebisingan,

 

Kala bersuah sahabat kecilku,

Kudengar jerit perih hatinya,

 

Sahabat kecilku bertanya,

Tentang arti kasih sayang,

Tentang rasa kenyang,

Tentang kehangatan,

Tentang keindahan,

 

Sahabat kecilku hanya mampu mengimpikan semua itu,

 

Kudengar lagi cakap dari bibir mungilnya,

Mata senduhnya mengharu mendung dan kelam,

Mata sayunya menerawang jauh terbang membahana,

Seakan ingin cepat melewatkan hari-harinya yang kelam,

 

Sahabat kecilku,

Jangan menangis meski kau selalu bergumul ikatan duka,

Jangan merintih meski perutmu terkadang perih karena lapar,

Jangan bersedih meski luka selalu menorehmu,

Jangan berhenti berharap meski suaramu tak lagi didengar,

Jangan putus asa meski asa tak selalu kau raih,

 

Sahabat kecilku,

Andai puasamu cukup hanya dahaga,

Andai  mulut kecilnya selalu tersenyum dan tertawa,

Andai Indahnya matamu masih terbuka bagai jendela cakrawala,

Andai uluran lengan kokoh itu dapat kau sentuh,

Andai keletihan hidup mu, semua lukamu,

Bisa kurengkuh, bisa kuhapus,

Dengan hembusan aroma suka cita,

Kan kuganti semua dukamu dengan berjuta kemapanan !

 

 

Goresan ini kubuat untuk :

Anak-anak pengemis jalanan

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 52 pengikut lainnya.