NIKMATNYA BERTUALANG JAJANAN KAMPOENG TEMPO DOELOE- JFFF 2011 DI LA PIAZZA MKG Juni 17, 2011
Posted by elindasari in Lain-lain.Tags: JFFF, Kampung Tempo Doeloe, MKG Jakarta
7 comments
Selasa, 17 mei 2011 lalu, saya beserta suami dan dua orang anak saya menyempatkan diri berkunjung ke Kampoeng Tempo Doeloe di area La Piazza MKG yang telah berdandan dengan suana Pesisir dan kampung nelayan untuk kali ini. Pada hari yang sama pula saya dan rekan-rekan karyawan-karyawati PT. Summarecon Agung yang tergabung dalam Summarecon Culiner Club (SCC) resmi dibentuk. Dengan diresmikannya SCC ini kami segenap anggota memulai petulangan jajanan di KTD yang tampak sangat ramai pengunjungnya ini.
Pak Soegianto Nagaria meresmikan SCC
Erna, suami & 2 anak siap bertualang di KTD
Oyah, ternyata di KTD ini ada hal unik lho. Di kawasan jajanan ini jika kita ingin berbelanja kita harus menukarkan uang dulu dalam mata uang “Tempo Doeloe”. Perbandingan nilai mudah saja, setiap nominal uang Rp. 1000,- sekarang, akan ditukar dengan uang tempo doeloe senilai Rp. 1,-.
Kita tidak perlu khawatir uang yang kita tukarkan tersebut kebanyakan / khawatir tidak habis, karena bila ternyata uang tsb tidak habis kita belanjakan makanan dan minuman, kita dapat menukarkannya kembali (refund) dalam nilai nominal semula di loket kasir.
Uang saya yang sudah saya tukar jadi uang KTD
Uang KTD yang Unik
Secara tata letak antar penjual jajanan sudah lumayan terkelompok menurut jenis makanan dan minuman. Hanya dari sisi mendapatkan tempat duduk agak sulit, karena membludaknya pengunjung di area ini. Untungnya saya beserta rekan-rekan SCC sudah memesan tempat terlebih dahulu disisi stand wine dan cheese, sehingga kami tetap bisa menikmati jajanan dengan santai. Sambil menikmati makanan yang dibeli sayup-sayup terdengar alunan live musik yang bernuasa tradisional. Diterangin lampu yang agak temaram membuat suasana pesisir lumayan terasa disini.
Bukan Sekedar “Nasi Ayam & Nasi Bebek Kaleyo”
Sa’at memasuki area KTD, si sulung langsung tertarik untuk mencicipi hidangan nasi bebek dan nasi ayam kaleyo yang ditawarkan di salah satu standnya.
Dengan berbekal uang jadoel KTD Rp. 25 (setara Rp. 25.000,-) saya mendapatkan nasi bebek, sepotong tahu+ tempe lengkap sambal dan lalapan. Begitu juga untuk seporsi nasi ayam, sepotong tahu +tempe sambal dan lalapannya, mereka menjualnya dgn harga yang sama.
Meski menunggu agak lama (+/- 15 menit) karena ternyata peminat makanan ini lumayan banyak akhirnya saya dan anak saya mendapatkan juga porsi yang kami tunggu. Nasi yang masih hangat dan gorengan bebek dan ayam yang masih panas, krn baru diangkat dari penggorengan yang berukuran super jumbo.
Penjual menyajikan porsi makanan dalam sebuah senik (anyaman bambu) yang dilapisi daun pisang yang dibentuk bundar mengikuti ukuran senik sebagai pengganti piring. Terlihat begitu kental tradisionalnya. Tapi sayang sa’at tiba giliran saya, seniknya habis, jadi diganti dgn piring plastik biasa, tapi sajiannya tetap menarik.
Nasi Ayam goreng Kaleyo yang mengoyang lidah
Ketika saya dan anak saya menyantap hidangan ini, wow… rasa daging bebek dan ayamnya benar-benar yummy…bumbu rempah yang terdiri dari kemiri, kunyit, jahe, seray, lada dan ketumbarnya langsung dapat saya rasakan begitu pas di lidah. Ditemani sambal tumis cabe ijo yang pedas, sedikit kecap manis dan lalapan daun kemangi, bbrp potong irisan ketimum dan kol yang dipotong kecil melengkapi hidangan ini. Rasa tahu dan tempe gorengnya juga terasa pas di lidah dan digoreng garing. Sensasi rasa yang ditawarkan agak berbeda dari ayam atau bebek yang pernah saya cicipi. Bumbunya begitu meresap kedalam dagingnya. Asin, pedas, manis dan aroma rempah terasa begitu menyatu.
Saking enjoy menikmati nasi bebek dan ayam kaleyo ini saya dan anakku meninggalkan bersih daging bebek dan ayam dari tulangnya. Wadow…mantap tenan sobat !. Saya yakin kalian juga pasti suka…
Santapan Nasi Bebek & Ayam Kaleyo
(Photo menyusul yach )
Bumbu rempahnya terasa sangat khas
(photo menyusul yach)
Gegret “Tahu Super Pong Lym” Yang Khas
Menikmati jajanan di Kampoeng Tempoe Doeloe kali ini rasanya tidak lengkap bila tidak mengemil makanan ini sebagai teman untuk menikmati nasi bebek dan nasi ayam kaleyo yang terhidang di hadapan saya.
Dengan merogoh kocek senilai Rp. 15,- (setara 15.000,-) saya mendapatkan satu kotak tahu super pong “Lym” yang sudah terkenal dari Kediri dan enak ini. Meski agak sedikit berjuang karena antrian pembeli seperti ular untuk mendapatkan satu kotak tahu yang masih dalam keadaaan panas. Akhirnya putra saya berhasil mendapatkan sekotak tahu lym dlm keadaan panas karena baru saja diangkat dari penggorengan.
Tahu Lym dikemas dlm kotak berwarna merah kuning yang cantik yang berisi 15 potong tahu, sebungkus sambal kecap dan beberapa potong cabe rawit untuk satu porsinya.
Tahu Super Pong Lym yang Terkenal
(photo menyusul)
Dan ketika kami mengigit hangatnya tahu itu, rasanya antri yang panjang tadi terbalas sudah. Tahu super pong Lym memiliki ciri khas tersendiri. Tektur tahunya terlihat keras tapi sa’at digigit kulit tepungnya crispy dan tahunya terasa lembut dengan rasa sedikit asin tapi pas di lidah. Digoreng dgn minyak panas dengan tekanan tinggi, dibalur sedikit tepung dan rasa tahu yang sedikit asin lalu dicocol dengan sambal kecap yang khas serta tak lupa mengigit sedikit cabe rawit, wadow…terasa mantap dilidah. Yang digoyang, 15 potong tahu Lym pun ludes masuk ke peruk. Enak tenan, sobat penasaran rasanya ?. Coba aja dech dijamin nggak kecewa !.
Segarnya menyeruput “Es Jeli Medan”
Rasanya makan yang hangat-hangat akan semakin lengkap bila minuman yang akan kami seruput adalah minuman yang menyegarkan. Sambil melirik ke sesama pengunjung KTD yang ramai, mata saya tergoda dengan minuman yang berwarna-warni ini. Kaki sayapun segera mengikuti barisan antrian yang ternyata sangat panjang untuk mendapatkan minuman segar yang jadi favorit pengunjung KTD ini.
Bagaimana tidak untuk mendapatkan semangkok Es Jeli Medan ini saya tak kurang menghabiskan waktu setengah jam. Ampun, demi semangkok kesegarannya saya rela. Ternyata setelah es ini di tangan, tak rugi rasanya saya harus merogoh kocek Rp. 23,- (setara Rp. 23.000,-) untuk satu porsi complete Es Jeli Medan ini.
Kuah minuman ini didominanasi rasa leci yang dicampur sedikit susu, terdapat berbagai macam bentuk jeli yang memikat hati. Ada yang berbentuk bunga mawar, hati, pesawat, topi, ikan, kupu-kupu, bibir pokoknya lucu. Selain itu terdapat juga potongan buah segar seperti mangga, leci, strawberry, jeruk honey, dan 2 potong jeruk kecil untuk tambahan rasa. Ada campuran selasih dan pacar cina berbentuk mutiara berwarna hijau, putih dan merah, semakin memikat tampilan es jeli ini. Natural, dingin, sehat dan segar itulah kesan saya menyeruput minuman ini. Pokoknya kalau ada yang belum pernah mencicipin minuman ini saya mereferensikannya utk ikut menikmatinya.
Rasanya bikin ketagihan.
Es Jeli medan yang menyegarkan
“Es Cincau Hijau” Yang Menyehatkan
Di KTD juga ternyata menjual Es Cincau Hijau. Untuk minuman kali ini saya tidak perlu antri panjang. Hanya sempat mengantri tak lebih 5 menit untuk 2 gelas es cincau hijau, dan es cincau hijau ini sudah ada ditangan. Harganyapun tergolong terjangkau, cukup Rp. 6,- (setara Rp. 6.000,-) saja per porsinya.
Terbuat dari daun cincau hijau yang dihancurkan lalu sarinya mengental berbentuk agar-agar, diberi campuran santan kental, gula merah yang sudah dicairkan, gula putih yang sudah dicampur air yang sudah ditanak dan sedikit es batu. Sa’at meneguk kesegaran es cincau hijau ini saya juga mencium aroma segar daun pandan yang wangi.
Ternyata minuman es cincau hijau ini tak hanya menyegarkan tapi mempunyai beberapa khasiat buat kesehatan seperti mengatasi panas dalam, sariawan, melancarkan bab, dan tentu saja obat mujarab bagi yang kehausan.
Yuk yang ingin bergabung menyeruput minuman segar ini, mari …
Es Cincau Hijau yang menyehatkan
Es cincau bagai obat mujarab bagi yang haus
Teringat Masa Kecil Lewat Jajanan “Kue Putu Bambu” Yang Menggoda
Tuttttttt….lengkingan panjang bunyi kaleng rebusan yang diatasnya dihinggapi banyak calon kue putu bambu diatasnya. Calon kue putu bambu ini bertengger agar matang oleh uap air yang naik keatas karena tekanan air panas. Pemandangan ini sontak mengingatkan saya ke masa kecil saya dulu.
Tanpa berpikir panjang, saya langsung berbaris menyelinap diantrian beberapa orang anak kecil dan ibu-ibu yang hampir sebaya umur denganku. Ternyata untuk mendapatkan kue putu bambu ini saya menghabiskan waktu sekitar 15 menit, karena ada seorang ibu di depanku yang memborong kue putu bambu ini sekitar 50 potong.
Wadow, hati saya mulai tergerak goyah karena untuk mematangkan sepotong kue ini berkisar 3 menit, sekali angkat sekitar 15 potong. Tapi naluri kecil saya mengelitik semangat nakal, kapan lagi saya bisa menikmati kue putu bambu yang benar-benar hangat, fresh from the oven. Dan kali ini saya mulai mengulangi kebiasaan kecil saya dulu. Sesekali tangan saya gatal ikut memegang potongan kue putu bambu dari tempatnya di tenggerkan. Wowwww…panas…sontakku sambil meniup tanganku yang bandel dan disambut senyum si penjual kue putu bambu yang ramah.
Harga untuk sepotong kue putu bambu ini dibandrol Rp. 2.5,- (setara Rp. 2.500,-). Untuk pembelian yang dibawah pulang penjual menyajikannya dalam kemasan plastik transparan. Tapi bagi yang ingin langsung menyantapnya di tempat, penjual langsung menyajikannya di piring plastik kecil yang dilapisi daun pisang. Hem… aroma harum vanilinya mengelitik untuk segera dicicipi.
Kue Putu Bambu “Nostalgia” yang hangat
2 kotak plastik kue putu bambu siap diboyong ke rumah
(photo menyusul)
Kue putu bambu ini terbuat dari bahan yang sederhana saja. Tepung beras yang dicampur sedikit tepung ketan, diisi gula merah yang sudah dicacah halus untuk bagian tengahnya dan sedikit campuran vanilli untuk aromanya. Lalu dimasukan kedalam sepotong bambu kecil yang ditutupi dengan lempengan aluminium untuk lubang bagian bawahnya. Kemudian utk mematangkannya diletakkan di atas uap air yang berbentuk kaleng yang berlubang-lubang. Setelah matang untuk mengeluarkannya disodok dengan sebilah bambu bulat agar kue putunya keluar. Lalu ditaburi sedikit kelapa muda parut agar terasa gurih untuk mengimbangi rasa manis dari gula merah yang mencair.
Hangat, manis, gurih dan wangi itulah kesan saya sa’at mengigit sedikit demi sedikit kue putu bambu yang hangat ini. Selintas kenangan masa kecilku melayang ringan bersama gigitan demi gigitan kue nostalgia ini…yummy…kenangan yang takkan terlupa.
Sampai jumpa di KTD-JFFF tahun depan, 2012.
Eksplorasi Negeri Tropis di Gading Nite Carnival JFFF 2011 Mei 19, 2011
Posted by elindasari in Lain-lain.Tags: GNC, JFFF, Kampoeng Tempo Doeloe, La Piazza, Mal Kelapa Gading
10 comments
Agak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya Jakarta Fashion and Food Festival (JFFF) kali ini diawali dengan kemeriahan Gading Nite Carnival (GNC).
Sebagai satu-satunya karnaval di Indonesia yang diselenggarakan pada malam hari ini dan merupakan pelopor karnaval meriah di malam hari, tahun ini Gading Nite Carnival memilih tema ”Eksplorasi Negeri Tropis”, yang diselenggarakan pada Opening Night JFFF, Sabtu 14 Mei 2011 jam 6 malam.
Pemilihan tema ini berhubungan dengan wilayah Indonesia yang merupakan negara tropis dengan berbagai kelebihannya. Berbagai kelebihan negara tropis inipun dituangkan dalam konsep karnaval kali ini, melalui penampilan ratusan peserta yang masing-masing menghias diri dan berkostum unik, sementara mobil hias tampil dengan atraksi penuh warna.
Dengan rute mengelilingi Sentra Kelapa Gading, rombongan Gading Nite Carnival start dari depan Gedung Parkir La Piazza. Sejumlah tarian aktraktif dan permainan perkusi meramaikan sequence pembuka dan dilanjutkan dengan atraksi dari pengisi acara berikutnya, diantaranya menghadirkan ondel-ondel besar, atraksi engrang dan pertunjukkan penari jalanan yang atraktif dan membakar semangat.
Selain itu mobil hias JFFF dan Face Icon JFFF 2011, parade desainer, atraksi kreativitas dari siswa-siswi Esmod dan parade Jember Fashion Carnival yang selalu memukau juga tampil.
Para penonton bisa duduk di beberapa atribute yang telah disediakan oleh panitia dgn membeli tiket masuk, maupun dapat juga menonton di sepanjang rute yang dilalui secara gratis.
Di sequence Food ada mobil hias Wine & Cheese yang dikelilingi berbagai macam karakter yang lucu dan memukau serta penampilan dari penari-penari dan tokoh dari Kampoeng Tempo Doeloe. Carnival Beach Party dengan iringan penari Irian Jaya dan Fire Dancers. Penggagas JFFF, Summarecon pun turut menurunkan para punggawanya dengan parade dari karyawan Summarecon serta penampilan yang gegap gempita dari Bina Charaka Marching Band.
Puncaknya, ribuan kembang api ditembakkan dari sejumlah titik strategis di sekitar Sentra Kelapa Gading ke langit diatas Summarecon Kelapa Gading, sebagai penanda resminya pembukaan Jakarta Fashion and Food Festival 2011 yang berlangsung mulai 14 – 29 Mei 2011 di Sentra Kelapa Gading.
Gading Nite Carnival dibuka oleh Gubernur DKI Jakarta, Bapak Fauzi Bowo dan Chairman of JFFF, Soegianto Nagaria.
The Sequence of Gading Carnival :
Opening Act
Menghadirkan Tarian kontemporer oleh Sura, Perkusi Samba serta Tarian Bendera akan menjadi pembuka dimulainya Gading Nite Carnival.
Sequence – Jakarta
Menghadirkan boneka besar khas Jakarta, ondel-ondel yang tampil beda dari biasanya karena kali ini ondel-ondel tampil lebih bergaya dengan kostum versi pesisir. Diikuti dengan penampilan pemain engrang/jangkungan dengan kostum warna-warni bergaya tropical style serta sebuah Tarian drama “Perahu Nelayan.”
Sequence – Fashion
Gading Nite Carnival juga menampilkan pertunjukan fashion spektakuler di seputar Sentra Kelapa Gading. Diantaranya penampilan Face Icon JFFF 2011, Prinka Cassy untuk pertama kalinya dihadapan publik diatas kendaraan hias berbentuk kembang sepatu, 25 penari yang memeragakan hasil karya dari designer partisipan – diarak menggunakan becak hias. Berbagai karakter serta ragam pertunjukan juga akan mewarnai sequence ini, seperti penampilan Jember Fashion Carnaval (JFC), lomba flora fashion hingga drama theatrical oleh mahasiswa ESMOD dengan tema “Raja Ampat Papua Pesisir dan Villagers Tribe”.
Sequence – Food
Perpaduan Western dan tradisional dihadirkan dalam Sequence Food. Kendaraan hias berbentuk Wine sebagai tanda hadirnya Wine and Cheese Expo di JFFF. Hadir pula iring-iringan penari dengan menggunakan tuxedo serta kostum bavarian, penari meneer dan penari Cina, serta beragam karakter menarik dengan kostum seperti karakter telor, sendok garpu, koki dan penggorengan, yang menggambarkan aktifitas di Kampung Tempo Doeloe.
Sequence – Entertainment
Sequence ini dibuka oleh karakter bertema flora, dilanjutkan dengan Carnival Beach Party yang menampilkan drama “Night Tropical Party” yang dimeriahkan oleh penari Papua dan beberapa penari dengan kostum body painting yang colourful. Penampilan DJ diatas kendaraan hias pun diiringi fire dancer, fire eater dan fire fingers. Dilanjutkan dengan arak-arakan karyawan Summarecon yang mengiringi kendaraan hias berbentuk Gurita. Penampilan marching band Binacaraka serta pesta kembang api spektakuler menjadi pertanda dimulainya rangkaian kegiatan Jakarta Fashion & Food Festival 2011.
FOTO-FOTO GADING NITE CARNIVAL 2011
Gotong royong mempersiapkan penampilan yang terbaik : karyawan sebagai tim make-up
Beberapa karyawan dan anak karyawan berpose menjelang dimulainya Gading Nite Carnival
Smiling faces from carnival participants (Jember Fashion Carnaval & Tim GNC Karyawan SA)
Keriaan yang menerangi karnaval malam hari
Rombongan Tim GNC Karyawan Summarecon dengan kostum bertema “kehidupan di bawah laut” : dari ombak, terumbu kerang sampai dengan kepiting, udang, kuda laut dan ubur-ubur
Arak-arakan karyawan Summarecon yang mengiringi mobil hias gurita sebagai parade terakhir sebelum pesta kembang api dimulai
Musical Fireworks lights up the night in Sentra Kelapa Gading
Karnival tahunan sebagai “pesta rakyat” yang dinikmati berbagai lapisan masyarakat.
Makin tahun, makin kreatif….
Semoga artikel ini memberi inspirasi dan manfa’at.
KEMERIAHAN “GADING NITE CARNAVAL JFFF” SABTU MALAM, 22 MEI 2010 Mei 23, 2010
Posted by elindasari in Artikel.Tags: Accessories Carnaval, Animal Costum, Baju Carnaval, Carnaval, Carnaval Costum, Carnaval in Indonesia, Carnaval on the Sreet, Carnaval on the Street, Fireworks, Flower Costum, Gading Nite Carnaval, JFFF, Kemeriahan, Mask, Nite Carnaval, Sabtu 22 Mei 2010, Topeng, Wing Animal Costum
2 comments
Gegap gemita kemeriahan Malam, mewarnai atraksi “GADING NITE CARNAVAL JFFF” yang berlangsung pada Sabtu Malam tanggal 22 Mei 2010.
Event yang mengusung akar budaya Indonesia seperti ini telah berlangsung sejak 6 tahun yang lalu dan atraksi pada malam itu adalah atraksi ke-7 dalam rangkaian acara JFFF yang telah berlangsung sejak tgl 12 Mei 2010 lalu dan akan ditutup pada Minggu tanggal 23 Mei 2010.
Dalam rangkaian puncak event JFFF ini berupa “Gading Nite Carnavel” ini terselenggara dipelelopori oleh PT. Summarecon Agung, Tbk selaku pengembang kawasan Summarecon Kelapa Gading dan didukung oleh berbagai pihak terkait didalamnya seperti Pariwisata Jakarta, Enjoy Jakarta, Martha Tilaar Group, Esmod Jakarta, dan banyak lagi lainnya. Juga berbagai sponsor pendukung JFFF seperti : Nokia, Teh Botol Sosro, Toto, Asus, Hotel Harris, Fit Plus, PAC, dll. Dan tak ketinggalan media partners event ini seperti : Metro TV, Kompas, Fashion TV, Majalah Yuk Makan, dll
Kemeriahan malam itu menampilan berbagai atraksi yang mengusung tema “MASQUERADE” atau “Topeng” yang sangat menukau ribuan penonton yang datang membanjiri sepanjang rute carnaval yang dilalui. Rute carval yang dimulai dari gedung Parkir La Piazza, La Piazza, MKG 1, MKG 2 MKG 3 dan berakhir di MGK5 yang berada persis di depan hotel Harris Kelapa Gading.
Terdapat 2 panggung kehormatan yang berada persis di bundaran utama La Piazza dan di MKG 2 yang dihadiri oleh gubernur, wakil gubernur DKI Jkaarta & para pejabat setempat serta sejumlah undangan VVIP dan VIP lainnya. Di depan stadium kehormatan ini di pentasan Atraksi-Atraksi Unggulan. Tepuk tangan yang bergemuruh seakan tiada hentinya dari para penonton pertunjukan yang begitu spktakuler dan memukau ini.
Tebar pesona dan lontaran senyum dari para dancer dan model yang mengenakan berbagai property yang glamour dan elegant serta dilengkapi topeng yang berwarni –warni dengan lampu-lampu flip-flop di berbagai property / custom mereka ini, seakan tak ingin disia-siakan oleh sejumlah pers dan wartawan serta penonton yang mengabaikan mereka lewat bidikan camera dan video sambil menikmati atraksi mereka.
Sepanjang jalan para dancer mempertontonkan kebolehan mereka berdancing ria mengikuti irama lagu yang mengiringi rute perjalanan mereka.
Tak kurang 500 dancer profesional dan para model terkenal yang tergabung dalam Cosplay (dibawah asuhan Mbak Shanty), Jember Festival Carnaval (JFC) dibawah asuhan Mas Dinan Fariz, Summarecon Gading Nite Carnaval (terdiri dari Karyawan-karyawati PT. Summarecon), Rama Shinta (community dari Taman Suropati Jakarta), Communty Dancer dibawah asuhan Ibu Linda Moenir, Fire Eater, dll, juga para model profesional yang tergabung dalam Esmond, Martha Tilaar, dsb. Diramaikan juga dengan pertunjukan enggrang, roller blinde, Ondel-ondel beserta sejumlah mobil & motor hias, juga marching band (dari JFC dan Garuda), turut mewarnai event bergengsi ini.
Seiring berakhirnya event ini ditutup dengan ratusan kali letusan kembang api (Fireworks) yang sangat memukau diberbagai titik yang menjadi tempat pertunjukan. Malam yang indah dan semarak itu semakin memanjakan mata para penonton yang sekan enggan beranjak dari tempat duduk mereka meski sejumlah atraksi telah berakhir.
Sampai jumpa tahun depan, saksikan kembali event yang penuh spektakuler ini di tahun mendatang dan pastinya akan semakin memukau dan semarak ini.
Teriring senyum dan ucapan terima kasih dari kami mewakili berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya event JFFF ini.
See you next year in JFFF !!!
Semoga tulisan ini memberikan manfa’at & inspirasi.
“PENAMPILAN PERDANA” Summarecon Gading Nite Carnival, Jum’at 14 Mei 2010 Mei 18, 2010
Posted by elindasari in Artikel.Tags: Acara Tahunan, Accessories Carnaval, Animal Costum, Baju Carnaval, Bulan Mei, Carnaval Costum, Carnaval in Indonesia, Carnaval on the Street, Flower Costum, Gading Nite Carnaval, Heritage, JFFF, Mask, Moon and Star Costum, Pesta Kembang Api, Summarecon Gading Nite Carnaval, Summarecon Kelapa Gading, Topeng, Wing Costum
17 comments
- Elindasari in Carnaval’s Custom
- My Friends in Carnaval’s Custom
- My Friends in Wings Animal’s Custom
- My Friends Eka in Leopard’s Custom
- My Friends Vera & Asih in Peacock’s Custom & Flower ‘s Custom
- My Friends Victor & Asih in Star’s Custom & Flower’s Custom
- Lusi, Dhini & Raihan in Animal Print’s Custom
- We are in Carnaval’s Custom
- My Friend Siane in Zebra’s Custom
- My Friend Dewi P in Tiger’s Custom
- My Friend Rina in Butterfly’s Custom
Nah, sahabat blog pasti bertanya-tanya, kemana saya sudah agak lama nggak nonggol-nonggol didunia per-blog-an. Pasti pada kengen khan ? (hahaha…siapa yang kengen sama lho Bintang….emangnye gue pikirin, hahaha)
Sahabat blogger semua, ditengah kesibukan saya sebagai karyawan, akhir-akhir ini saya lagi sibuk berlatih, mempersiapkan property, dll dalam rangka mendukung program JFFF (Jakarta Fashion and Food Festival).
Pada tanggal 22 Mei 2010 nanti sekitar pukul 18.00 sd 21.00 saya akan menjadi salah satu penari di Gading Nite Carnaval itu.
Pada hari Jum’at, tanggal 14 Mei 2010 lalu adalah penampilan “PERDANA: saya beserta 39 peserta lainnya yang tergabung dalam Summarecon Community Gading Nite Carnavel JFFF.
Nah, ini adalah sekelumit foto-foto kami pada penampilan perdana pada tgl 14 Mei 2010 lalu.
(Ayo tebak saya mengenakan Custom apa ???…..)
Coba lhat atraksi kami selanjutnya….
Kami sudah mementaskan dancing dan property / custom kami di Gading Walk MKG2. Pada malam itu sudah dilakukan penilaian perorangan dan telah ditentukan pemenangnya. Juga sudah mulai dinilai untuk per kelompok.
Hanya saja untuk hasil pemenang kelompok akan diumumnya pada hari H nanti, yaitu tgl 22 Mei 2010 nanti.
Sedangkan puncaknya nanti akan kami tampilkan lagi pada hari Sabtu tgl 22 Mei 2010. So, bagi para sahabat blogger, teman-teman semua-muanya yang ingin menyaksikan antraksi kami, silahkan datang beramai-ramai…ajak temen-temen yang lain, ajak keluarga, kerabat dan handai taulan untuk menonton Carnaval ini.
Selain itu para pengujung juga bisa juga menikmati perbagai sajian mulai dari makanan yang penuh khas, karena ada juga kampong tempo doeloe lho (yang akan mengingatkan kita tentang nostalgia kita dulu), pementasan berbagai busana, malamnya ada carnaval, pesta kembang api, dll.
Nah, jika teman-teman ingin mengetahui lebih jauh mengenai JFFF dapat masuk di web ini :
Salah satu artikelnya sbb :
Kemeriahan Jakarta Fashion and Food Festival seolah mencapai klimaksnya saat berlangsungnya Gading Nite Carnival.
Inilah sebuah cerminan dari kekayaan seni kontemporer masa kini yang tak meninggalkan akar budaya muasalnya. Gading Nite Carnival merupakan Berkali-kali Rutin menggelar Gading Carnival karnaval di penghujung rangkaian acara Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) sekaligus menjadi malam puncak acara, rasanya wajar jika Jakarta Fashion & Food Festival JFFF mengklaim Gading Nite Carnival sebagai satu-satunyapelopor yang memiliki karnaval meriah di malam hari.
Tahun ini, acara yang selalu dipadati massa ini , yaitu Gading Nite Carnival. Gading Nite Carnival ini menjadi sebuah puncak acara sekaligus penutup dari serangkaian event hebat akbar di Jakarta Fashion & Food Festival JFFF. Yang pada tahun ini Gading Nite Carnival JFFF 2010 mengangkat tema “Masquerade”.
Sejalan dengan tema Masquerade yang berarti topeng, seluruh pendukung acara Gading Nite Carnival ini tampil dengan menggunakan berbagai macam jenis topeng.
Sementara itu, layaknya sebuah karnaval, Gading Nite Carnival akan diisi oleh berbagai pertunjukkan seru dan menarik yang diikuti oleh sekitar 500 peserta, yang menampilkan , mulai dari atraksi Engrang, + Marching band anak-anak, Cosplay parade, Float Parade, pertunjukan Street Dancer penari jalanan yang atraktif dan membakar semangat, Cosplay parade, Oondel-ondel, parade Jember Fashion Carnaval yang memukau, partisipasi penampilan atraksi sarat kreativitas dari siswa-siswi Esmod, clown party yang mengundang tawa, adaptasi kisah rama dan shinta, parade unjuk kebisaan dari karyawan Summarecon dan tentunya parade iring-iringan mobil hias.
Mobil hias ini yang hadir dengan tema-tema menarik menampilkan seperti tema makanan kuliner, – buah dan sayur, tema fashion – futuristic, tema lingkungan – Save our ocean serta tema budaya, dan ditutup dengan – Rama dan Shinta.
Tak lupa pertunjukkan kembang api yang spektakuler. Beragamnya hiburan yang memanjakan mata ini sungguh sesuai untuk menjadi hiburan yang ramah bagi seluruh keluarga.
Demi menyesuaikan dengan temanya Masquerade yang berarti topeng, seluruh pendukung acara Gading Nite Carnival ini tampil dengan menggunakan berbagai macam jenis topeng.
Gading Nite Carnival ini berlangsung diselenggarakan pada hari Sabtu, 22 Mei 2010, mulai pukul 18.00 WIB. Sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kali ini Tahun ini Gading Nite Carnival berpusat di kawasan Sentra Kelapa Gading.
Sehingga membuat rute yang dilaluinya berbeda dari tahun- tahun sebelumnya.
Gading Nite Carnival akan start dimulai dari depan Gedung Parkir La Piazza menuju Bulevar Timur – Bunderan La Piazza – MKG 1 – MKG 2 – MKG 3 dan berakhir di depan Harris Hotel MKG 5.
Demi melancarkan kelancaran kegiatan acara ini, pada Sabtu, 22 Mei 2010 hari tersebut, mulai pukul 16.00 WIB, jalan yang mengitari mengelilingi Sentra Kelapa Gading akan ditutup 1 sisi. Jadi untuk Anda yang ingin menjadi saksi sejarah kemeriahan JFFF 2010, datanglah lebih awal ke Mal Kelapa Gading, karena berbagai acara menarik bisa Anda temukan selama Jakarta Fashion & Food Festival berlangsung.
Semoga tulisan ini bermanfa’at dan memberi inspirasi.































































































