ARTI MERDEKA BAGI SEORANG PAK HOLIL Juli 16, 2008
Posted by elindasari in Artikel.Tags: Bangkit, Indonesia, Pejuang kemerdekaan, Veteran
10 comments
Pagi ini sengaja kulangkahkan kakiku menuju sebuah istana kecil di sudut keramaian kota Metropolitan. Aku menuju istana mungil milik salah seorang veteran pejuang kemerdekaan kita. Sebut saja namanya pak Holil.
Lelaki rentah ini hidup bersama isterinya tercinta dan ketiga anaknya. Kebetulan anaknya yang perempuan telah menikah dan mengkaruniakan kepada mereka 2 orang cucu. Istana hidup anak & cucunya terletak bersebelahan yang hanya dibelah dgn dinding triplek alakadarnya sebagai pembatas. Kehidupan keluarga anak perempuannya secara finasial tidaklah terbilang sukses. Mungkin bolehaku berpendapat tak lebih meprihatinkan dengan kehidupan kedua orangtuanya.
Untungnya beliau masih mempunyai 2 orang anak laki-laki yang sudah dewasa dan belum menikah, yang bisa sedikit menopang kehidupan hari tua mereka. Yah, meskipun pengasilan ke dua anaknya ini, boleh dikatakan juga tak gemilang, karena profesi mereka hanya sebagai buruh kasar dan tukang ojek. Tapi mereka adalah anak-anak yang tahu diri & berbakti kepada kedua orangtuanya.
Meskipun kehidupan mereka di kota Metropolitan ini penuh dengan keprihatinan, tak ada kata-kata menyesal dari seorang Pak Holil juga keluarga, atas apa yang telah/ pernah lakukan untuk negeri ini.
Beliau begitu sempurna sebagai Pejuang Sejati menurut kacamata dan pandangan saya.
Istana mungil mereka ini hanya berukuran tak lebih dari 18 m2 dengan petak triplek yang penuh tembelan disana-sini. Nuansa cat yang sudah pudar. Lantai istana inipun hanya berhiaskan keramik combing-cambing, yang tak tentu ukuran dan corak warnanya. Tertempel di lantai dengan konsep design interior kontemporer ala kadarnya.
SECERCAH KENANGAN DESA PRAHARA Juli 14, 2008
Posted by elindasari in puisi.Tags: Desa, Indonesia, Merah Putih, Pejuang, Pertiwi
2 comments
Disini,
Di tanah desa prahara,
Pekik nyaring pejuang pernah berkumandang,
Teriak lantang, bergema tegar mengelegar,
Nyala api berkobar di setiap daratan,
Menerkam, memakan setiap korban,
Gubuk reot istana kami,
Lumbung padi jantung nadi kami,
Nyawa kakak, adik saudara kami,
Nyawa emak, bapak & handal taulan kami,
Kami hanya rakyat jelata,
Yang haus kemerdekaan dari penjajah,
Rela mati, perjuangkan pertiwi,
Demi tegaknya bendera negeri,
Diatas tanah tumpah darah kami,
Desa Prahara kami,
Tanah kelahiran kami,
Merdeka atau mati,
Untukmu Pertiwiku,
Kan kutancapkan didada,
Sampai nyawa ini tiada,
Merah putihku, Merah putihmu,
Indonesia, Indonesiaku, Indonesiamu,
Dibingkiskan untuk : Pejuang Kemerdekaan
Daftar Sastrawan Indonesia Mei 6, 2008
Posted by elindasari in Artikel.Tags: daftar, Indonesia, sastrawan
3 comments