jump to navigation

SEJENAK … April 29, 2011

Posted by elindasari in puisi.
Tags: , ,
13 comments
SEJENAK

SEJENAK

Dalam hitungan hari yang terus berlari,
Nanti sa’at tiba waktunya,
Kita pasti merasa lelah dan terhenti,
Hari ini atau lusa nanti,

Entah,

Tapi,

Ada satu hal yang pasti,
Dan takkan pernah berhenti,

Yaitu:
lmu yang bermanfaat,
Yang senantiasa diamalkan,

Sesungguhnya,

Setiap ilmu yang kita memilikI,
Hendaknya kita senantiasa berbagilah dengan ikhlas,

Niscaya,

Hal itu akan menjadi amal ibadah, Yang takkan pernah putus !

CINTA DALAM SKETSA Februari 25, 2010

Posted by elindasari in puisi.
Tags: , , , ,
30 comments
Cinta Dalam Sketsa

Cinta Dalam Sketsa

Sketsa wajah goresan pensil warna,
Menyeretku ke gerbang mimpian,
Melayang jauh ke masa silam dulu,

Ketika tubuhmu luruh,
Jiwakupun sa’at itu terbang,
Seiring kepak burung camar yang terbang,
Wangi cintamu membiusku hingga hilang akal,

Aku mengigil karena terbakar,
Namun, deburan ombak memisahkan kita,

Kerap kupanggili namamu,
Meski lewat helaan nafas yang kadang sulit & dalam,

O…Angin tolong bawa aku terbang,
Bawa aku melayang jauh mengembara,
Jauh melewati batas angan & impian yang durja,
Agar aku dapat terus bermimpi dan berkhayal,

Menemukan cinta dalam sebuah Sketsa ,
Sketsa wajah yang mulai usang,
Digilas cuaca dan usia,

Waktu seakan tertatih namun terus berputar,
Namun sketsa wajah itu lekat tak pernah hilang,
Untuk membuktikan bahwa cintaku kekal abadi,

Kekal abadi kepada dirinya.

Secercah Kenangan Untuk Sassie Kirana April 24, 2009

Posted by elindasari in puisi.
Tags: , , , ,
12 comments

Puisi ini special saya bingkiskan sebagai ucapan belasungkawa untuk keluarga, para sahabat yang ditinggalkan, atas meninggalnya sahabat, adik kami tersayang “SASSIE KIRANA” yang meninggal pada hari Minggu, tanggal 19 April 2009 lalu.

berita-duka-sassie-kirana

Sumber http://tulisannugroho.wordpress.com

Secercah Kenangan Untuk Sassie Kirana

Tertenggung aku membaca berita kepergiaanmu,
Sontak bergetar luluh perih hati ini melepasmu,
Bulir air mata jatuh tak tertahan,
Termanggu dalam hening jiwa,

Sie,
Terkenang kehangatan untaian kata yang pernah kau tulis,
Teringat senyum yang pernah kau hadirkan untukku & untuk kami semua,
Terpesona ceritamu yang sering menyejukkan jiwa meski lewat maya,
Terkagum tentang nilai ketegaran, semangat & persahabatan yang pernah kau torehkan,

Kini,
Aku & para sahabat terpanah, termanggu diam mengintari cakrawala,
Meski hanya berteman bintang yang tertutup awan,
Dibawah cahaya rembulan yang kesepian,

Sie,
Meski kini kau telah tiada,
Namun namamu tetap terpatri di relung hati kami,
Sebagai seorang “Sahabat terkasih, Sahabat tercinta, Sahabat tersayang”
Kami kirimkan untuk orang-orang yang menyangimu,
Untaian kata belangsukawa ini,
Karena aku, kami semua turut berduka,

Selamat terbang Merpati Putih,
Terbanglah menembus cakrawala Surga,
Lepaskan semua lelah & deritamu,
Tersenyumlah kembali pada SANG PENCIPTA

Jangan hiraukan,
Kami yang menangis akan kepergianmu,
Kami yang terdiam tak bisa berkata,

Pergilah sahabat, adik yang pernah kami sayangi,
Kami akan tetap mengenangmu,

Selamat jalan Sie,
Semoga Tuhan menempatkan kau di sisi TERBAIK,
Ya, Robbi ampunkan semua dosanya,
Bukanlah pintu SURGA baginya.
Amien, ya Robbalalamien.

Senyum Terakhir Sassie Kirana

Senyum Terakhir Sassie Kirana

UNTAIAN DO’A UNTUK SEORANG SASSIE KIRANA Maret 17, 2009

Posted by elindasari in puisi.
Tags: , , , ,
21 comments

Para pembaca & Sahabat blogger tercinta, postingan puisi kali ini secara special saya bingkiskan buat Adik kita, sahabat kita “Sassie Kirana”. Semoga Sassie berkenan menerimanya dan terhibur.

Senyum Sassie Kirana

Senyum Sassie Kirana

Photo diambil dari http://sachzqirana.wordpress.com

UNTAIAN DO’A UNTUK SEORANG SASSIE KIRANA

Sassie,
Tak kuasa air mata keharuan ini mengalir tak terhelakkan,
Sa’at kubaca untaian kata-kata tegar yang kau goreskan,
Letupan semangat yang tetap membara,
Meski terkadang mendung menerpa jiwamu,
Deru ini seakan membentang cakrawala,
Hanyutkan aku akan hening yang terkoyak,

Sassie,
Meski ku hanya bisa mengunjungimu lewat maya,
Kucoba sisipkan untaian do’a,
Di celah rongga jiwaku yang juga mungkin tak perkasa,
Namun dibalik lirih hatiku yang resah,
Ku hanya khawatirkan dirimu,
Yang tak tahu keadaanmu hingga kini sepenuhnya,

Sassie,
Biarlah lantunan ini mengalun,
Menguntai ucap yang mungkin menyentuh,
Tatkala tubuhmu lelah tak dirasa,
Sa’at jiwa terkadang melanglang buana,
Merentang langkah menyisir sepi,
Pada buaian hangat yang membahana,

Sassie,
Kucoba menggapai angan dan impianmu,
Kucoba menghiburmu tuk memadu tawa,
Melebur hatimu menopang gigih tegarmu,
Tuk selalu menyemangati harimu,
Karna senyumku hanyalah untaian do’a untukmu,

Ya, Tuhan…
Tetaplah berikan keceriaan untuk Sassie,
Tetaplah beri ketegaran pada Sassie,
Tetaplah kau hadirkan senyum indah Sassie,
Hingga kami tetap bisa melihat Sassie,
Menikmati indahnya lukisan pelangi yang KAU hadirkan buat seorang Sassie,
Tuk sekedar menatap gemerlap indahnya cakrawala dunia bersama seorang Sassie,

Tuhanku,
Dalam derai tulus-MU,
Dalam balutan do’a ku pada MU,
Berilah kesembuhan untuk adik kami, sahabat kami,
Seorang “Sassie Kirana”
Amien

Puisi ini dibingkiskan special buat :
Adik kami, sahabat kami tersayang “Sassie Kirana”
“Semoga cepat sembuh, tetap Tegar & Semangat”

CINTA Maret 11, 2009

Posted by elindasari in puisi.
Tags: , , , , ,
21 comments

Pembaca sekalian, pagi ini kembali ketika saya membaca
sebuah komentar dari seorang blogger bernama Rahman,
yang katanya sedang dilanda cinta….(duch senengnya),
kembali pula saya mendapatkan pesanan khusus.

Rahman minta dibuatkan puisi tentang suasana hatinya ini.
Ok, buat Rahman selamat menikmati puisi yang sengaja
saya persembahkan buatmu.
Mudah-mudahan puisi ini mewakili hasrat hatimu yang
sedang bergelora asmara.

Sedangkan buat blogger yang lain, silahkan menyimaknya juga.
Semoga para pembaca sekalian juga ikut terhibur.

pujangga-biola

CINTA

Alunan kata-katamu,
Membuat aku tertegun mendengarnya,

Hatiku bertaluh rindu,
Adakah kau rasakan perasaan yang sama denganku ?
Adakah kau rasakan keinginan seperti ini juga ?

Aku hanya menginginkan Cinta,
Aku memendam berjuta kerinduan padamu,

Andai kau mengerti,
Kasih sayangku ini hanya untukmu,

Mungkin aku tak mahir berkata-kata,
Mungkin aku tak pandai tuk melukiskannya,

Tapi bila kau rasakan mentari yang hangat,
Bila kau tatap kerlip bintang yang gemerlap,
Itulah gambaran keindahan cintaku,
Yang tulus dari hati ini untukmu,

Percayalah,
Aku tak mungkin bisa melupakanmu meski sekejap,
Karena kaulah dermaga yang terakhir bagiku,

Kasih,
Engkaulah belahan jiwaku,
Karena disisimu kutemukan sejuta kedamaian,

Kuharap,
Semoga secercah sinar kasih yang kau miliki,
Hanyalah untukku,
dan,
Takkan pernah hilang selamanya,
Abadi selamanya !

Pesona Bromo Maret 6, 2009

Posted by elindasari in puisi.
Tags: , ,
12 comments

pesona-bromo

Pesona Bromo

sunrise-from-mahameru

Senja mulai turun ke bumi,
Pucat menyelimuti wajahku yang mulai beku,
Meski pepohonan berdiri kaku,
Daunmu tetap berlenggak lenggok ditiup sang bayu,

Kelam mulai menyeruak,
Malampun tak kuasa menjemput,
Udara semakin dingin hingga ke sendi,

Engkaukah Bulan yang membuat malam semakin dingin ?
Engkaukah Bintang yang membuat malam semakin kaku ?

Ah, itu hanya ilusiku yang mengembara,
Membuang sauh, melepas lelah melawan beku,

Demi membunuh duka,
Nestapa lara karena kejenuhan,
Terkenang hiruk pikuk bising suasana kota,
Tempat biasa ku lalui bersama waktu,

Sa’at ini,
Kuhabiskan senja hingga malam menjemput di kaki Bromo,
Kuhabiskan seratus ribu detik bersama kecantikanmu Bromo,
Disini, di malam yang indah sekali,
Ku tak hendak lelap,
Karena bulan dan bintang begitu gemerlap,

Kuringkus tubuhku dengan jaket tebal,
Kubakar lelahku menikmati keanggunanmu nan aduhai,
Ku berbantal empuk dipeluk bumi,
Ku berselimut tenunan surga keelokanmu,

Kan kuingat selalu,
Sejuta pesonamu,
O… Sang Bromo

pesona-bromo-nan-elok

SEPOTONG KATA MA’AF BUAT SAHABATKU “MARS” Februari 12, 2009

Posted by elindasari in puisi.
Tags: , , , , , , , ,
115 comments

Pagi ini ketika saya membaca salah satu komentar dalam blog saya, ada seorang blogger bernama “Mida”yang minta di buatkan puisi buat sahabatnya. Sepertinya Mida sedang bertengkar / berselisih / marahan dengan sahabatnya, dan ingin minta ma’af kepada sahabatanya itu.

Dari komentarnya juga saya menangkap sepertinya Mida sangat menginginkan kalau sahabatnya ini mau mema’afkan dirinya dan hubungan persabahatan mereka kembali terjalin indah seperti sedia kala.

Nah, berhubung blogger ini nggak memberitahukan nama sahabatnya itu disini saya coba ganti dengan sebutan “Mars”,hehehe…biar nama sahabatnya ini jadi sedikit unik.

Ok, untuk blogger “Mida” yang minta dibuatkan puisinya tadi, semoga puisi ini bisa memenuhi permintaannya, semoga berhasil menjalin tali persahabatanmu lagi. Bagi bloger yang lain kebetulan menemui kasus serupa, siapa tahu ini bisa dijadikan reference, atau sekedar menghibur.
Ok, selamat menyimak puisinya:

sepotong-kata-maaf-untuk-sahabat1

SEPOTONG KATA MA’AF BUAT SAHABATKU
“MARS”

Mars, Sahabatku !
Masihkan kau berkenan kusapa Sahabatku ?

Sungguh aku sangat “menyesal”, Mars,
Apakah penyesalanku ini masih berguna bagi seorang “Mars”?

(Aku sangat tahu jawabanmu, sahabat…)
(“Penyesalan tak ada gunanya, Nasi sudah jadi bubur !”)

Tapi, dihari ini aku ingin kau tetap tahu…
Aku sangat menyesal & penyesalan itu hanya dapat ku rasakan dalam hatiku sendiri,
Sungguh aku sangat menyesali, atas apa yang telah kulakukan padamu,

Aku sangat tahu sahabat,
Kau pasti kesal, marah, kecewa bahkan mulai benci padaku,
Aku sangat tahu sahabat,
Ada sepotong hati yang luka karena kelakuanku,

Mars, Sahabatku !
Masihkan kau mau mendengar suaraku Sahabat ?

Sudilah kau mema’afkanku,
Atas yang telah kulakukan padamu,
Ma’afkan kekhilafanku,
Sungguh aku mohon ma’afkan sahabat…

Mars, Sahabatku !
Masihkan kau rasa aku seorang Sahabat bagimu ?

Aku tak ingin jika aku kehilangan sahabat sepertimu,
Aku tak mau jauh dari seorang sahabat sepertimu,
Aku tak rela hari-hari ini hampa karena marah yang ada di hatimu,

Mars, sahabatku,
Yang ku mau hanyalah kata ma’af darimu

(Meski aku sangat tahu)
(Mungkin aku memang tak pantas kau ma’afkan)

Tapi kuberharap dan mohon dengan sangat,
Sepotong kata Ma’af,…ma’af…. & ….ma’af darimu,

Sekali lagi aku hanya minta sepotong darimu,
Maa’afkan aku, Sahabatku Mars…

(Semoga jika kau berkenan memberikan sepotong kata itu untukku, )
(Semoga kau akan tetap berkenan menaburkan tinta warna yang indah, )
(Bagi persahabatan kita, )

Aku tak pernah bosan menunggu,
Agar Kau, Aku, Kita selalu seindah pesona warna dalam hati,
Dalam hati sanubari “Persahabatan Kita”

(Puisi ini merupakan penyesalanku yang hanya bisa kuungkapkan lewat taburan tinta,
dan aku harap “MA’AF” darimu “Mars” Sahabatku)

Puisi ini kepersembahkan untuk : “Mida”
Semoga persahabatanmu terjalin kembali.

Semoga bermanfa’at & memberi inspirasi

Selangsah Asa Do’aku Februari 9, 2009

Posted by elindasari in puisi.
Tags: , ,
12 comments

selangsah-asa-doaku

Kala seberkas sinar terbersit jatuh di padang ilalang,

Tersentak aku terjaga dari bauian impian,

Aku menapakan langkah menyususuri sungai MU,

Tuk coba menemukan kembali kegaiban MU,

Suara jengkrik berceloteh riang menyusup…mengeletarkan hati,

Kegaduhan yang timbul terasa begitu hening,

Seakan diam…seakan tak bernyawa…sunyi dalam ramai,

Kurasa hanyalah aku sendiri kini,

Tuhanku,

Ampunkan hamba ini,

Andai KAU rasa aku mengusik istirahat Mu,

Karena dada ini seakan hendak meledak,

Menahan berjuta ritme yang menggemuruh,

Karena lama menahan rindu untuk MU,

Tuhanku,

Betapapun aku kadang jauh dari MU,

Coba Kau isyarakatkan padaku,

Bahwa Engkau selalu ada disampingku,

Seperti yang tertulis dalam ayat-ayat firman MU,

Laksana Matahari, Bintang dan Rembulan,

Menyirami dan melegakan jiwa ini,

Yang kadang terasa dahaga dikala hujan.

SKETSA “MENTARI EMAS” Desember 12, 2008

Posted by elindasari in puisi.
Tags: , , , , ,
11 comments

sketsa-emas

 

Kusketsa mentari emas yang congkak,

Kokoh berdiri menikam laut,

Meski akan tenggelam di ufuk cakrawala,

Berteman senja nan mulai turun memekat,

Angin seakan mati, lautpun sekonyong terpukau,

Henyak terdiam, hening menyelimuti alam,

Bumi terdiam, sunyi sepi mencekam,

Seakan menunggu keputusan sakral,

Menunggu torehan alam,

Haus tuk melukis sketsa wajah bijaksana,

 

Mentari emas,

Aku tak habis mengerti,

Mengapa jerit hati mereka seakan tak bersuara,

Ratap jiwa mereka sekan lenyap di telan dahaga,

Dirundung gemuruh gundah gulana tak terperih,

 

Ratap hatiku coba mengetuk dirimu,

Jelmaan manusia mentari emas,

Mungkin lewat segumal nyanyian,

Aku dapat menyusup kalbumu,

 

Ku susun huruf, kurangkai kata,

Sekedar menguak jendela hatimu,

Jendela hati kita semua yang mungkin bisa terbuka,

 

Tuk sekedar mendengar keluh mereka,

Jeritan kecil, manusia-manusia kecil nan renta,

Berwajah kusut masai kala terpanggang getir,

Tinggal di kaki langit, disela pilar rumput yang semakin menghimpit,

Digerus zaman yang mulai tak banyak tuan,

Dikurung berjuta mata yang menatap hilang dan hampa,

 

Tuhan,

Kuserahkan jiwa raga mereka lewat titah-Mu,

Tuk merubah hitam putih potret kelam tanah ini,

Tuk mengobati pertiwi dan selaksa jiwa manusia,

Yang mulai kerdil menikam tak berhati,

Mulai congkak bersinar bak Mentari Emas nan panas,

 

Tuhan,

Dengar do’a kami,

Arahkan mata hati mereka,

Yang bermain di  perlehatan negeri ini,

Agar mereka tak selalu tutup mata,

Yang tak mampu mendengar jerit hati perih mereka,

Yang terkalahkan karena keadaan & kondisi,

Yang terabai oleh waktu yang tergerus zaman,

Yang selalu memerah luka, tersiksa kefakiran,

 Karena jejak dibakar sketsa “Mentari Emas”

AKU & DIRIMU Desember 9, 2008

Posted by elindasari in puisi.
Tags: , , , ,
4 comments

Jauh sudah jalan berliku yang telah kita tempuh,

Demi hidup kita, cintaku & cintamu, cinta kita,

 

Tapi, terkadang, masih saja diriku,

Dilumuri seluruh resah di dalam hatiku,

 

Kadang kubenci diriku sendiri,  

Aku tak bisa menerima dirimu seutuhnya,

Tapi harus kukatakan jujur padamu,

Jika aku selalu merindukan dirimu,

 

Dalam angganku,

Tetap ada bayang wajahmu,

Terlukis, terpatri di dinding hatiku yang merona,

 

Sungguh,

Hanya Kau dalam hatiku,

Hanya Engkau dalam jiwaku,

 

Jujur kukatakan,

Meski harus kuakui,

Kau bukanlah yang pertama,

Yang pernah hadir di kalbuku,

 

Tapi  kini,

Dengarlah dengan segenap jiwa & ragamu,

 

Yang aku mau,

Hanya Aku & Dirimu,

Bisa berdua,

Aku & Dirimu

Selamanya Aku & Dirimu !

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.