jump to navigation

YANG PERTAMA ….. Agustus 3, 2011

Posted by elindasari in Artikel.
Tags: , , , , , ,
11 comments

Waktu menunjukkan pukul 11.30 menit ketika saya menginjakkan kaki di F ood Court Pasar Raya Blok M hari Sabtu, tgl 30 Juli 2011 lalu. Pertemuan Blogger dijanjikan sekitar jam 13.00 di tempat ini. Jadi utk mengisi waktu menunggu saya memesan segelas capucino complete sambil berbb ria dengan Putri (blogger muda yang asyik kalau cerita…hahaha)

Eit…tidak lama berselang saya melihat seorang ibu muda dengan seorang lelaki kecil yang lucu dan menngemaskan. Merekalah yang saya tunggu… Celeb Blog datang !!!

Our Smile, Imelda & Elindasari

Our Smile, Imelda & Elindasari

Yoi…akhirnya pada hari itu saya dapat bertemu langsung dengan mbak Imelda dan putranya Kai, sayang pada hari itu saya tidak berjumpa dgn Riku yah ? (Putra pertama mbak Imelda yang juga sangat menggemaskan kalau lihat dari photo dan cerita2nya di blog). Maklum lebih kurang setahun yang lalu kami sempat mau ketemuan, tapi karena sesuatu hal, jadi belum bisa ketemu. Nah…kebayangkan gimana senangnya saya akhirnya jumpa juga dgn mbak Imelda kali ini, hohoho….

Kai yang menggemaskan

Kai yang menggemaskan

Imelda & Yessy

Imelda & Yessy

Dan…tentu saja sahabat-sahabat blogger lainnya yang akhirnya pada berdatangan.

Mereka adalah Yessy, Mbak Diadjeng beserta seorang putrinya, Bunda Edratna beserta putra pertamanya yang juga seorang blogger Narpati, Bang Herry (yang ternyata jebolan Gontor), Kika Syafii, Reti dan lelaki mungilnya yang lucu Moza (yg baru berumur 7 bulan) lengkap keluarganya, Bang Isro (Penggemar Sepeda Ontel) beserta Isteri tercinta, Retty Hakim, Elizabeth (fans nya mbak Imelda), dan satu lagi ma’af namanya lupa ? pakai kaos wayang warna hitam….hahaha…

Bang Herry, Mbak Imelda, Kai, Retty+Moza, Yessy, Mbak Diajeng, Bunda Edratna, Narpatih, Elindasari, Bang Iso+Isteri

Bang Herry, Mbak Imelda, Kai, Retty+Moza, Yessy, Mbak Diajeng, Bunda Edratna, Narpatih, Elindasari, Bang Iso+Isteri

Bergaya ala Kai

Bergaya ala Kai

Mas berkaos wayang, Mbak Imelda, Bang Herry, Narpati

Mas berkaos wayang, Mbak Imelda, Bang Herry, Narpati

Kesan saya ternyata para blogger itu nyambungnya tidak hanya di dunia maya, di dunia nyatapun ternyata tidak kalah seru dan ramai. Meski semua baru pertama kali bertatap muka langsung dengan saya (kecuali Bang Isro utk kedua kali) …. semuanya pada asyik diajak ngobrolnya. Dari bahas a sampai z. Mulai dari cerita pengalaman-pengalaman lucu, berbagi / sharing, cerita keluarga, wah….sepertinya kita-kita nggak bakal bubaran kalau bandnya pasar raya mulai manggung.

Berhubung senja sudah menjelang, band Pasar Raya mulai mentas dengan lagu-lagu menyambut Ramadhannya, suaranya yang lumayan bagus tapi sayang lumayan kencang (otomatis kita jadi nggak bisa ngobrol seru lagi), akhirnya kita menyudahi pertemuan hari itu.

Di hati saya hari itu adalah hari pertama tatap muka dengan sahabat-sahabat semua dan saya berharap akan ada lagi hari selanjutnya utk pertemuan kita lagi.

So nice and so happy day !!!

Terima kasih buat sahabat blogger semua, semoga tali asih kita selalu terbina !.

Special thanks buat mbak Imelda yang memprakarsai temu blogger ini.

Miss you all….BLOGGER….see you next time….

BAKTI LINGKUNGAN DEMI BUMI Agustus 30, 2010

Posted by elindasari in Artikel.
Tags: , , , , , , , , , , , ,
7 comments
Bakti Lingkungan Demi Bumi

Bakti Lingkungan Demi Bumi

Untuk memperingati program yang sudah berjalan 20 tahun, Tzu Chi Kelapa Gading bekerja sama dengan PT Summarecon Agung Tbk menggelar kegiatan “BAKTI LINGKUNGAN DEMI BUMI”, pada hari Sabtu tanggal 28 Agustus 2010, mulai Pukul 14.00-selesai kemarin yang mana acanya diakhiri dengan buka puasa bersama seusai melakukan kegiatan.

Suasana sa'at Bakti Lingkungan Demi Bumi di Taman Jogging

Suasana sa'at Bakti Lingkungan Demi Bumi di Taman Jogging

Kegiatan ini sendiri di mulai di Taman Jogging, Jl. Bulevar Kelapa Gading, Summarecon Kelapa Gading, Jakarta Utara

Pamplet untuk dibagikan sa'at sosialisasi

Pamplet untuk dibagikan sa'at sosialisasi

Perlengkapan makan utk bepergian yang ramah lingkungan

Perlengkapan makan utk bepergian yang ramah lingkungan

Bakti Lingkungan Demi Bumi ini sendiri dilakukan pada bulan Bulan Agustus yang bertepatan dengan bulan Ramadhan ini, untuk memperingati tepat 20 Tahun Tzu Chi dalam melaksanakan Program Pelestarian Lingkungan.

Elindasari & Diany, Rekan dari Tzu Chi Indonesia

Elindasari & Diany, Rekan dari Tzu Chi Indonesia

Elindasari with My Best Friend M Katili

Elindasari with My Best Friend M Katili

Rekan dari Tzu Chi Cengkareng

Rekan dari Tzu Chi Cengkareng

Selama 20 tahun, insan Tzu Chi di seluruh dunia melaksanakan pelestarian lingkungan dengan sepenuh hati. Mengumpulkan barang bekas dan mengolah kembali menjadi barang berguna.

Botol plastik diubah menjadi selimut yang dibagikan kepada para korban bencana alam. Hasil penjualan barang bekas juga diubah menjadi cinta kasih melalui bantuan pengobatan dll.

Para insan Tzu Chi juga membiasakan diri untuk tidak menggunakan barang yang menimbulkan banyak sampah. Makan dan minum dengan peralatan yang bisa dipakai berulang kali, bukan styrofoam atau dus atau plastik yang sekali pakai langsung dibuang.

Tidak menggunakan sumpit sekali pakai yang banyak menghabiskan pohon bambu. Semua ini untuk menghemat pemanfaatan hasil bumi. Untuk menjaga agar bumi tetap hijau lestari dan bisa memberikan kehidupan dan kesehatan kepada manusia.

Kami Team Sukarelawan dari PT. Summarecon pada hari itu mengenakan : Kaos putih (atau warna muda) berkerah lengan pendek/panjang, Celana panjang hitam/gelap, Sepatu olahraga/putih. Hanya saja pada kegiatan berlangsung kami menggenakan accessories tambahan berupa rompi hijau pupus, sarung tangan, masker dan membagikan sejumlah pamplet / brosur yang dibagikan kepada para calon customer yang tertarik bergabung dalam mendukung program kemanusiaan ini.

Para relawan dilepas oleh Ibu Liliawati Rahardjo dan Muspika untuk melaksanakan amal bakti ini. Relawan dibagi dalam beberapa kelompok untuk membersihkan Jalan Bulevar Kelapa Gading, mengumpulkan barang bekas yang bisa didaur ulang, serta melakukan sosialisasi ke toko-rukan sepanjang Bulevar Kelapa Gading.

Ada juga rekan saya yang turut mengajak anggota keluarga dan kerabat untuk ikut serta dalam kegiatan ini. Tiap kelompok dibagi wilayah kerjanya, saya sendiri beserta beberapa rekan tergabung dalam kelompok 17 yang akan memberikan sosialisasi di area depan AXC.

Team 17 sebelum tugas

Team 17 sebelum tugas

Sa’at kegiatan ini berlangsung kami di drop dulu dengan menggunakan bis yang telah disediakan oleh insan Tzu Chi.

Elindasari in Bus Tzu Chi

Elindasari in Bus Tzu Chi

Wow ternyata bus yang kami tumpangi adalah Bis dari Tzu Chi Taiwan, dan bahasa yang dipakai masih asli berbahasa mandarin lho. Lengkap dengan sejumlah peta kota Taiwan. Wow jadi serasa di Taiwan, lihatlah wajah para penumpang bus ini.

My Friend Hasbullah and Taiwan's Map

My Friend Hasbullah and Taiwan's Map

Hal ini diantispasi agar masing-masing orang tidak terlalu jauh berjalan. (Maklum sebahagian dari kami masih tetap menjalankan ibadah puasa lho)

Melalui kegiatan ini, kita mengkampanyekan kesadaran menjaga kelestarian lingkungan dan menggugah masyarakat untuk memanfaatkan barang bekas untuk daur ulang.

Seperti Kata Perenungan Master Cheng Yen berikut ini :

Tidak melakukan apa-apa sama sekali dalam hidup, merupakan tindakan menyia-nyiakan kehidupan.

Terus menerus bersumbangsih demi memberi manfaat bagi masyarakat, merupakan sebuah kehidupan yang indah dan sempurna

Begitulah untaian kata perenungann dari Master Cheng Yen, semoga menjadikan hidup kita semakin indah dan bermakna bagi diri kita dan orang lain.

Take a Rest & Our Smilling

Take a Rest & Our Smilling

Semoga tulisan tersebut bermafa’at dan memberi inspirasi.

KEMERIAHAN LOMBA KREASI SENI MERAH PUTIH SUMMARECON 2010 Agustus 20, 2010

Posted by elindasari in Artikel.
Tags: , , , , , , , , , ,
10 comments

Sabtu, 31 Juli 2010 kemarin, mulai pukul 8.30 sampai dengan pukul 15.45 wib bertempat di Plaza Summarecon Jl. Perintis Kemerdekaan No. 42 Lt.8 Jakarta, kemeriahan Lomba Kreasi Seni Merah Putih Summarecon 2010 dalam rangka memperingati HUT RI yang ke 65 berlangsung dengan tertib dan lancar.

Photo suasana Lt.8 pagi hari menjelang lomba

Panitia bersiap menjelang acara dimulai

Panitia bersiap menjelang acara dimulai

Dalam perlombaan Kreasi Seni ini dibagi menjadi 3 macam perlombaan yaitu: Vocal Group, Kreasi Musik Akustik, Kreasi Tari dan diikuti oleh tak kurang dari 150 orang peserta yang terdiri dari karyawan / ti yang berada dalam naungan PT. Summarecon Agung.

Para peserta lomba adalah perwakilan dari unit-unit seperti Klub Kelapa Gading (KKG) , Sentra Kelapa Gading, Summarecon Kelapa Gading (SKG), Summarecon Serpong (SS), Summarecon Mal Serpong (SMS) dan Corporate (Co).

Sekitar pukul 10.00 acara Lomba Kreasi Senipun dimulai. Bertindak selaku MC adalah Pak Pandji Kiansantang, Ketua panitia Ibu Erna Lindasari. Lalu rundown acarapun bergulir. Sejumlah kata pembukapun mengalir.

Pandji Kiansantang & Pandji Pragi

Pandji Kiansantang & Pandji Pragi

Inilah sang MC acara Bapak Pandji dengan seragam merah putihnya

elindasari sebagai ketua lomba

elindasari sebagai ketua lomba

Ibu Ketua, Erna Lindasari, sa’at membacakan ketentuan lomba, dll

Defile dari para peserta lomba yang penuh semangat

Aksi Team Corporate sa'at  Defile

Aksi Team Corporate sa'at Defile


Dalam tiap perlombaan tersebut tiap unit mengirimkan perwakilan mereka untuk mengadu atraksi kebolehan mereka. Seperti dalam lomba Vocal Group yang masing-masing perwakilan terdiri dari 10 orang pria dan wanita unjuk gigi atas bakat dan kemampuan mereka membawakan dua buah lagu (lagu wajib dan lagu bebas pilihan) yang bertemakan perjuangan, pop perjuangan dan cinta tanah air.

Untuk Lomba Kreasi Musik Akustik, para peserta perwakilan unit terdiri dari 5 orang pria dan wanita. Mereka memainkan perbagai property alat musik, mulai dari aneka gitar, drum, pianika, seruling, harmonika, dll. Merekapun memainkan alat musik tersebut dengan lagu-lagu bertemakan perjuangan, pop perjunan dan cinta tanah air secara medley.

Juri untuk perlombaan inipun tak tanggung-tanggung. Panitia telah sepakat untuk lomba Vocal Group dan Kreasi musik Akustik ini, para peserta akan dinilai dan dipilih pemenangnya dengan penampilan terbaik mereka lewat penilaian 3 orang juri yang kompeten dibidang tarik suara dan musik ini.

Mereka adalah Ibu Citra Pranadjaja, Bapak Joko Pranadjaya yang sudah sangat terkenal malang melintang di dua bidang ini.

Photo Ibu Citra dan Bapak Joko Pranadjaya

juri vocal group & musik

juri vocal group & musik

Dan juga Lucky Idol, yang pastinya tidak asing lagi ditelinga para karyawan /ti PT. Summarecon Agung. Karena kali ini kedatangan Lucky Idol tidak hanya sebagai juri untuk lomba Vocal Group dan Kreasi Musik Akustik, tetapi dia juga membawakan lagu pembuka acara ini dengan Theme Song PT. Summarecon Agung “Wonderful Life” yang indah itu.

Photo Lucky Idol sa’at membawakan tembang “Wonderful Life”

Aksi Lucky Idol

Aksi Lucky Idol

Acara lombapun mengalir dengan suasana meriah. Para penonton, para juri sangat terkesimak akan atraksi para peserta lomba Vocal Group dan para peserta Musik Akustik.

Penampilan mereka tak kalah dengan para bintang yang ada di TV yang sering kita tonton. Inilah atraksi mereka yang memukau itu dalam jepretan kamera.

Photo-photo para peserta Vocal Group

Vocal Group Team KKG

Vocal Group Team KKG

Photo-photo para peserta Kreasi Musik Akustik

Kreasi Musik Team CO

Kreasi Musik Team CO

Ditengah pergantian lomba Vocal Group ke Kreasi Musik Akustik, para penonton lagi-lagi dihibur oleh Bintang Tamu “Pandji Pragiwaksono dan Band” yang membawakan tembang-tembang beraliran Hip Hop yang berisikan pesan-pesan moral, kecintaan dan kebanggaan terhadap bangsa Indonesia.

Wow sungguh totonan yang mengasyikan. Karena selain kita terhibur sekaligus kita diingatkan kembali arti kemerdekaan ini dan apa yang bisa kita lakukan buat negara kita Indonesia.

Dan penampilan Bintang Tamu inipun berlanjut lagi pada sessi ketika Para juri Tari berdiskusi untuk memutuskan para pemenang lomba Tari. Pokoknya penonton selalu dihibur dalam acara ini.

Inilah kilas photo Pandji Pragiwaksono yang kental dengan Hip-Hopnya itu….

Ma’af Photo dlm proses upload

Sa’at makan siangpun tak kalah menarik. Ketika jedah istirahat siang, para peserta lomba dan penonton tetap dihibur dengan tetap dapat menyaksikan tayangan lagu-lagu perjuangan, cinta tanah air dan beberapa video klip para juara para lomba video klip karyawan tahun lalu lewat proyektor yang telah disediakan. Suasana makan siangpun berlangsung hikmat.

Yuk kita intip yang lagi santap siang…

Ma’af Photo dlm prose upload

Sekitar pukul 13.45 acara lomba Kreasi Tari pun dimulai. Para peserta Kreasi Tari ini berpakaian sangat unik, karena mereka mengenakan kostum lebih ramai propertynya dibandingkan para peserta lomba sebelumnya.

Lihat saja penampilan mereka disini. Ada yang memakai sarung, topi, kebaya, pakaian warna-warni, selendang, berbagai accessories perlengkapan menari. Ada yang membawa bendera bahkan kuda lumping. Mereka ini akan menampilkan aneka tari dengan tema Modern Tradisional.

Lihatlah penampilan mereka yang mempesona mata para penonton. Wow penampilan mereka benar-benar hebat. Ternyata atraksi para peserta lomba semakin sore semakin semarak dan hangat.

Untuk lomba Kreasi Tari ini bertindak selaku juri 1 dan juri 2 adalah Bapak Felix dan Nona Conceeta. Mereka ini adalah orang-orang yang sudah empuni dibidang Tari baik Tradisional, modern bahkan balet dan bidang Koreografi.

Dan selanjutnya inilah sa’at-sa’at yang mendebarkan para peserta. Penentuan para pemenang. Karena dalam setiap perlombaan pasti ada yang menang dan yang kalah. Meski penampilan semua karyawan/ ti Summarecon semuanya memukau para penonton dan juri, tapi karena hanya dipilih 3 pemenang saja dalam tiap lomba maka dengan berat hati para juri harus memilih dan memutuskan yang terbailk dari penampilan para peserta lomba ini.

Namun sebelum dibacakan para pemenangnya, para juri memberikan review atas penampilan mereka kali ini dan memberikan sejumlah masukan dan saran untuk kemajuan mereka di masa datang. Wah, senang sekali memdapatkan inputan dan saran dari para professional ini.

Lalu inilah hasilnya,
Untuk Vocal Group, pemenang ke 1 diraih oleh Team Corporate, pemenang 2 diraih oleh Team Sentra dan pemenang ke 3 diraih oleh Team SKG.
Rincian detail Pemenang Lomba Vocal Group, sbb :

Juara 1 Team Corporate (Co) dgn total nilai 3.475
Juara 2 Team Sentra Kelapa Gading (Sentra) dgn total nilai 3.385
Juara 3 Team Summarecon Kelapa Gading (SKG) dgn total nilai 2.955

Inilah wajah-wajah sang pemenang Vocal Group

Vocal Group Team CO Juara 1

Vocal Group Team CO Juara 1

Untuk Kreasi Musik Akustik, pemenang ke 1 diraih oleh Team Summarecon Serpong (SS), pemenang 2 diraih oleh Team Summarecon Kelapa Gading (SKG) dan pemenang ke 3 diraih oleh Team Sentra.

Rincian detail Pemenang Lomba Kreasi Musik AKustik, sbb :
Juara 1 Team Summarecon Serpong (SS) dgn total nilai 2.085
Juara 2 Team Summarecon Kelapa Gading (SKG) dgn total nilai 2.005
Juara 3 Team Sentra Kelapa Gading (Sentra) dgn total nilai 1.905

Inilah wajah-wajah sang pemenang Kreasi Musik Akustik

Kreasi Musik Team SS Juara 1

Kreasi Musik Team SS Juara 1

Sedangkan untuk Kreasi Tari, pemenang ke 1 diraih oleh Team Sentra, pemenang 2 diraih oleh Team Corporate dan pemenang ke 3 diraih oleh Team Summarecon Kelapa Gading (SKG).

Rincian detail Pemenang Lomba Kreasi Tari, sbb :
Juara 1 Team Sentra Kelapa Gading (Sentra) dgn total nilai 1.190
Juara 2 Team Corporate (Co) dgn total nilai 1.110
Juara 3 Team Summarecon Kelapa Gading (SKG) dgn total nilai 1.100

Inilah wajah-wajah sang pemenang Kreasi Tari

Kreasi Tari Team Sentra Juara 1

Kreasi Tari Team Sentra Juara 1

Sebelum acara lomba Kreasi Seni ini diakhiri, panitia acara dalam hal ini bapak Pandji Kiansantang memberikan sedikit wejangan dan menghimbau kepada para karyawan / ti dan semua yang hadir pada sa’at itu untuk memberikan “Kado di HUT RI” ini dengan cara antara lain :

melakukan / menolong kepada sesama terutama untuk masyarakat miskin dengan memberikan berbagai bantuan yang dapat kita lakukan, berbuat kebajikan kepada sesama, melakukan donor darah, dan lain-lain yang dapat kita lakukan untuk memperbaiki keadaan negeri ini.

Karena lewat pekerjaan-pekerjaan kecil ini mudah-mudahan jika kita lakukan secara bersama-sama maka semuanya akan menghasilkan energi yang besar buat bangsa dan negara kita bangkit menuju bangsa yang lebih baik di masa datang.

Juri dan Panitia Inti Lomba Kreasi Seni MPS 2010

Juri dan Panitia Inti Lomba Kreasi Seni MPS 2010

Akhir kata, atas nama semua panitia penyelenggara acara Kreasi Seni, kami mengucapkan ma’af dan maklum apabila selama acara terjadi kesalahan/ kehilafan.

Dan ucapan Selamat atas para Pemenang Lomba Kreasi Seni.

Dirgahayu Bangsaku, Dirgahuyu Indonesia, Merdeka !!!

KALA 2 BINTANG BERTATAP MUKA Agustus 13, 2010

Posted by elindasari in Artikel.
Tags: , , , , , , , ,
8 comments

Minggu sore, tgl 8 Agustus 2010 sekitar jam 17.45 lalu, setelah saya dan rombongan meninggalkan kota Jember, tepatnya setelah menyaksikan Jember Fashion Carnaval (JFC) yang sangat meriah dan luar biasa, saya mencoba menghubungi seorang blogger yang lumayan saya kenal selama ini.

Tali asih saya dan pakde memang masih sebatas dunia maya, dan biasanya di blog saya sering menyapanya dengan panggilan ”pakde”.

“Pakde Cholik” tepatnya, sang empunya blog Bintang Satu di http://abdulcholik.com

Yes, sms ke hp beliaupun saya luncurkan yang isinya lebih kurang lebih,
“Assalamualaikum pakde Cholik. Saya akan ada di Surabaya, nginep di hotel S******* di T* 5 nanti malam sampai besok pagi. Gimana pakde sibuk nggak ?. Kalau tidak sibuk kita bisa temu blogger di lobby hotel besok pagi sekitar jam 7 an pakde. Saya tunggu infonya pakde, salam from Bintang”.

Tak lama berselang, aha…sms balasan dari pakde pun bersambut :

“Waalaikumsalam. Selamat datang di Surabaya. Ok, besok pagi ketemu di lobby hotel. Thanks”.

Lalu saya pun mengirim sms balasan karena mulai girang (hahaha…sekali plesir, bisa sekalian ketemuan sama sang blogger kawakan pikirku dalam hati) :

“Ok pakde see you (sambil senyum)”

Tapi tiba-tiba pakde kirim sms lagi yang isinya:

“Kok pagi sekali jeng Bintang”

Nah, karena khawatir pakde nggak bisa ketemuan, saya pun coba merinci alasannya, dan kirim sms lagi:

“Hahaha,krn jam 8 paginya rombongan kami akan langsung check out hotel dan ada rute lain lagi sebelum ke bandara lagi pakde, hahaha. Jadi pakde abis jogging pagi langsung kopi darat sama saya hehehe (sambil kirim senyum terindah)” ke pakde hihihi…

Lalu pakde pun ngebalas :
Ok deh, thanks

Dan saya balas lagi (karena senang dong, pakde sepertinya bersedia memenuhi undangan kopi darat saya) :

“Hehehe, see you pakde”
Pakdepun nyahutin :
“See you jeng Bintang”

Dan janjian ketemuanpun sudah selesai di approve oleh 2 Bintang ini.
Pagi yang indahpun dimulai. Sejak jam 5.00 saya sudah bangun.

Meski semalam check in Hotel sudah lumayan malam sekitar pukul 23.00, karena saya dan rombongan tetap menyempatkan untuk menikmati keindahan kota Surabaya dan menikmati hidangan malam di Boncafe yang khas dan memang belum buka cabang di Jakarta.

Karena sudah janji mau ketemu pakde…so saya harus sudah siap. Abis mandi, sholat subuh dan sempet nonton TV sejenak sambil baca-baca di kamar, dan smspun kuterima lagi.

“Morning Bintang, pakde sudah di lobby lho, tepat jam 7. Thanks”.

Wow…salut buat sang “Bintang Satu” ini.

Meski katanya sudah mantan Bintang Satu, yang namanya disiplin tetap dipegang teguh. Salut dan saya kasih 2 jempol buat pakde satu ini atas tepat waktunya.

Sayapun tak mau berlama-lama, sambil nunggu lift untuk membawa saya turun, saya kirim sms:
“Ok, saya turun”

Setibanya di lobby, saya sempat melihat ke kanan kiri, sambil menebak wajah sang Bintang Satu ini.

“Pakde Cholik ?” ujar saya nggak ragu sedikitpun

(So pasti, wong ternyata wajah pakde tetap sama gantengnya dengan photo-photo yang sering mejeng di blognya itu,hahaha)

“Hahaha, gimana jeng kabarnya ?”, sambut pakde Cholik tak kala ramah pada saya.

Dan obrolan kamipun bergulir.
Sambil menunggu si mbak Ita, pelayan resto lobby untuk siap-siap buka (hahaha ternyata resto lobby baru buka jam 8, oi), Kita mulai asyik bercerita.

Hem, sebenarnya kalau mau jujur, sayalah alias jeng “Bintang” inilah yang banyak ngomongnya. Pakde alias sang ”Bintang Satu” lebih sering memilih menjadi pendengar yang baik.

“Terima kasih lho pakde, sudah jadi pendengar yang baik buat celoteh pagiku yang pasti bikin burung murray melongo ini, hahaha…”

Obrolan demi obrolanpun berlanjut seru. Mulai cerita mengenai JFC (Jember Fashion Carnaval) yang heboh dan luar biasa yang sempat saya saksikan mulai dari hari pertama Press Conference, Gladi Resik, sampai Hari kedua, yakni hari berlangsungnya Carnaval. Pokoknya saya ceritakan lengkap ke pakde.

Layaknya seorang pendongeng ulung, saya bercerita dengan semangat 45. Apalagi kalau melihat wajah pakde yang dengan seriusnya mendengarkan dongengan saya.

Wow jujur nich pakde, saya jadi seakan bercerita layaknya jika saya menceritakan pengalaman saya kepada ayah saya sendiri. Sumpe pakde sama persis lho gayanya.

Sambil diselingi minum teh hangat dan beberapa biscuit mungil yang dihidangkan mbak Ita (pelayan resto lobby) kami pun tetap membahas berbagai hal.

Mulai dari jembatan Suramadu yang sa’at ini jadi icon untuk jembatan di Indonesia, asal mula nama blog kita (kebetulan nama blog kita bak saudara kembar…saya dengan blog “Bintang” dan pakde dengan blog “Bintang Satu”), cerita tentang keluarga, dll.

Aha, tak terasa tak kurang dari 70 menit kami sudah saling bersapa di dunia nyata. Yes, sungguh pertemuan yang mengesankan. Meski usia saya dan pakde ibarat anak kepada ayah, ternyata hal ini tak menghalangi perbincangan-perbincangan kami yang seru di pagi itu.

Tapi berhubung waktu perjumpaan harus diakhiri, maka tatap muka 2 Bintang inipun harus berakhir.
Kamipun sepakat, jika pakde kebetulan main ke Jakarta, saya jeng Bintang dengan senang hati akan mengantar pakde “Bintang Satu” ini untuk berkeliling kota.

Ayo, pakde tak tunggu kunjungan pakde di kota Jakarta. Kita bisa kunjungi berbagai macam museum yang pasti seru untuk dijadikan postingan blog.

Sambil bersalaman kedua Bintang inipun berpamitan. Sampai jumpa yach pakde. Titip salam dari ananda buat keluarga pakde Cholik di rumah. See you pakde !!!

Lalu,
Sambil breakfast di hotel, sayapun meluncurkan sms buat pakde :
“Pakde terima kasih banyak karena sudah meluangkan waktu to jumpa, salam hangat juga to keluarga di rumah (sambil senyum sang Bintang)”

Saya yakin mimik pakde sa’at ngebalas sms sayapasti sambil tersenyum juga :
“Sama-sama, pakde juga senang bertemu wong kito, sang Bintang yang murah senyum. Take care !”.

Photo Kala 2 Bintang bertatap Muka (thank mbak ini karena sudah mengabadikan wajah kita !)

Kala 2 Bintang Bertatap Muka

Kala 2 Bintang Bertatap Muka

Lihat senyum pakde yang sangat tetap ngress, meski pakde ngakunya sudah nggak muda lagi, hehehe…

Pakde Cholik, tetap grezz meski mengaku tak lagi muda

Pakde Cholik, tetap grezz meski mengaku tak lagi muda

Nah, sahabat blogger dan pembaca blog yang budiman, demikianlah sepenggal cerita Kala 2 Bintang bertatap muka. Inilah salah satu keunikan dari kisah persahabatan dan tali asih yang indah antara sesama blogger.

Semoga cerita ini bermanfa’at dan memberi inspirasi bagi semua.

KIRIMAN PEMPEK DARI SAHABAT BLOGGER “YUK HENNY” Juli 21, 2010

Posted by elindasari in Artikel.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , ,
28 comments
pempek & cuko asli Palembang

pempek & cuko asli Palembang

Bip..bip..bip hpku berbunyi tanda sebuah sms masuk. Karena sedang meeting aku membuka isi sms dengan perlahan. Ternyata assisten rumah tanggaku mengirimkan sms yang isinya :

“Bu, ma’af nganggu senbentar, ini ada kiriman pempek, apakah mau langsung di buka krn saya khawatir nanti takut rusak”.
Aku yang membaca kata-kata “Pempek” sontak tersenyum, lah…wong itu makanan kegemaran kami sekeluarga besar, malah tepatnya makanan favorit, hahaha….

So…tanpa a,i,u,e,o sms itupun kubalas dengan kilat tanpa nanya pengirimnya segala. (Maklum kalau dengar kata “Pempek” biasanya langsung kalap, wakakak…)

“Yach Is, kamu langsung buka, cuci dan kukus seperti biasanya, nanti malam tinggal digoreng, thks !”

Lalu lanjut meeting lagi dech. Maklum masih jam kantor, hehehe…

Tak lama kemudian meetingpun selesai. Eit, HPku berbunyi lagi…bip..bip..bip tanda sms masuk lagi.

Kali ini dari sahabat blogger saya yang tinggal di Jogja. Si Empunya Blog TV di http://tutinonka.wordpress.com, penyuka kerudung warna merah yang orangnya asyik punya, siapa lagi kalau bukan mbak “Tutinonka”.

Bunyi smsnya:

“Hallo mbak Linda, apa kabar ? Masih dikantor sibuk ya…Dipostingan Henny Rupita ttg pempek yg dipublish diblog saya, dia minta saya memilih satu komentator utk dikiriminya pempek asli dari Palembang.

Nah, saya memilih mbak Linda. Jadi kalau hari ini atau besok ada kiriman pempek ke rumah mbak, itu dari Henny. Semoga bisa dinikmati bersama seluruh keluarga”.

Salam buat mas Dicky, Farid dan Ghalib yaa…

Oooooo…ternyata paket pempek tadi itu dari Yuk Henny, atas pilihan mbak Tutinonka….hahaha….tak kirain dari adikku…hihihi….(maklum biasanya adikku yang kebetulan masih tinggal di Palembang suka juga memberikan surprise dgn mengirim pempek dan sejenisnya, hahaha).

Ternyata dari pengirim yang sangat istimewa, seorang sahabat blogger yang tinggal di Lubuk Linggau. Duch…jadi senang banget, gimana nggak senang…lah wong saya belum pernah berjumpa langsung tapi dengan baik hatinya “Yuk Henny” ini mengirimi saya pempek asli dari Palembang. Yuk Henny ini pemilik dari blog : http://hennymamaping.multiply.com
Lalu, sms dgn mbak Tutipun berlanjut, “Bla…bla…bla….sebagai ucapan terima kasih, dll sampai menanyakan no hp Yuk Henny segala”.

Tapi sayang kedua nomor Yuk Henny ketika saya sms dan saya call tidak bisa. Mungkin ada trouble network yach Yuk Henny ?.
Tapi lewat postingan ini saya & keluarga ingin mengucapkan :

“Terima kasih banyak atas kiriman pempeknya yang lemak nian yuk. Karena sudah merepotkan ayuk. Semoga suatu hari kita bisa saling bertemu langsung. Salam juga buat keluarga Yuk Henny di Lubuk Linggau yach !”. salam hangat dari Elindasari & Keluarga.

Juga buat mbak Tutinonka yang baik hati (sambil ngalirik manis kepada sang Empunya blog TV ini).

“Terima kasih yach mbak Tuti, karena telah memilih saya untuk dikirimi pempek dari Yuk Henny. Hem…pempeknya mantap banget…Enak sekali…Kapan-kapan kalau mampir ke Jakarta kita makan pempek bareng yach mbak Tuti, hahaha….”

Nah, agar para pembaca blog tidak penasaran ini saya tampilkan foto hidangan pempek dari Yuk Henny yang menggoda itu. Aromanya pempek dan cukanya membuat orang akan langsung ingin menyantapnya. Hem…pokoknya pempek asli Palembang benar-benar mantap…Lemak nian oi….

pempek dari Yuk Henny

pempek dari Yuk Henny

Pempek Adaan, Lenjer, Telor Kecil, Lenjer rebus dari Yuk Henny

Pempek Adaan, Lenjer, Telor Kecil, Lenjer rebus dari Yuk Henny

Sambil menyantap hidangan pempek bersama keluarga dalam hati saya berkata, “Oooo…indahnya persahabatan dari dunia perbloggeran, so…nice….!”.

Semoga tulisan tsb memberikan inspirasi & manfa’at.

LUXIORIOUS CULINARY TOUR de JAKARTA Juli 12, 2010

Posted by elindasari in Artikel.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
22 comments

Acara yang diselenggarakan oleh Daihatsu, Majalah Yuk Makan, Iradio dan Yes TV ini, juga disponsori oleh Astra Credit Company (ACC), Garda Oto, Indosat, SuperO2, Dynamic Bakery dilangsungkan pada hari Sabtu, tgl 10 Juli 2010 lalu berlangsung meriah.

Sebelum acara dimulai tak ada salahnya kita photo bersama. Czzz jepretan pertamapun dimulai !

Senyum menyambut Luxio !

Senyum menyambut Luxio !

Dengan mengusung tema Makannya Gratis Dietnya Tanggung Sendiri ini, diikuti tak kurang dari 13 kelompok (+/- 80 orang peserta) yang tergabung dalam berbagai community. Dengan menggendarai tak kurang dari 18 unit Daihatsu Luxio, para peserta & sejumlah panitia yang dipandu oleh patroli & pengawalan Jalan Raya akan menempuh berbagai rute kota Jakarta.

Star point mengambil tempat Taman Jogging Kelapa Gading. Para Peserta sudah berkumpul sejak jam 7.00 pagi. Acara langsung dipandu oleh “Rama Akbar” salah satu penyiar Indonesia 40 ini berlangsung seru.

Senam Pemanasan yang berlangsung di area hijau yang tertata apik yang digunakan sebagai tempat berolah raga sekaligus tempat rekreasi bareng keluarga yang lengkap dengan jogging track dan di kelilingi oleh pohon dan bunga serta berbagai sarana bermain anak ini, pagi itu tampak semakin semarak oleh para peserta Luxiorious Culinary tour de Jakarta ini.

Dengan mengenakan kaos seragam berwarna putih-orange mereka menyambut pagi ini dengan senyum mengembang.

Yes, acara segera dimulai, sambil bergegas menaiki kendaraan Luxio ini mereka meninggalkan star point melintasi jl Kelapa Gading Barat, jl Yos Sudarso, Tol Pulomas, Tol Sedyatmo ke tol JORR, lalu exit di Pintu Cipete.

Bersama Daihatsu Luxio yang setia menemani tour kami

Bersama Daihatsu Luxio yang setia menemani tour kami

Para peserta culinary tour menuju Point 1 di Rumah Makan Bu Endang.

Rumah Makan Bu Endang

Rumah Makan Bu Endang

Hari masih menunjukkan pukul 9.30 pagi. Para peserta akan mencicipi menu khas Rumah Makan bu Endang.

Suasana homey langsung menyapa sa’at para peserta memasuki rumah makan ini. Rumah makan ini menyuguhkan masakan dengan resep Jawa Kuno dan keunikan citarasanya.

Menunggu Sajian di Rumah Makan Bu Endang

Menunggu Sajian di Rumah Makan Bu Endang

Tahu Campur Gimbal dan Lontong Cap Gomeh menjadi santapan pagi kami. Sambil makan tentu saja sejumlah game dimainkan. Icip-icip makanan lainnya seperti colenak, teh poci, dan sejumlah jajanan kecil lainnya tak luput turut menemani sarapan kami disini.

Lontong Cap Gomeh khas Rumah Makan Bu Endang

Lontong Cap Gomeh khas Rumah Makan Bu Endang

Rumah makan yang berada di Jl Cipete No. 16 Jakarta Selatan ini sangat memenuhi selera para peserta tour kali ini. Hem, hidangannya begitu mantap dan nikmat. Sambil menyeruput kopi dan teh tumbruk yang dihidangkan di dalam poci mini yang unik semakin menambah kegembiraan kami pagi ini.

Tahu Campur Rumah Makan Bu Endang yang Lezat

Tahu Campur Rumah Makan Bu Endang yang Lezat

Terima kasih bu Endang atas hidangan dan keramahannya.

Mejeng bareng sang Empunya Rumah Makan Bu Endang

Mejeng bareng sang Empunya Rumah Makan Bu Endang

Yes….jepetan photo kamipun tak ketinggalan bersama sang pemilik yang cantik dan ramah ini.

Hidangan Tahu Campur dan Lontong Cap Gomeh yang mengoyang lidah !

Horee….ternyata di session ini kami “Wonderful Club” memenangkan Games in the Car I. Asyik, dapat Voucer Makan, Horee !!! Kami pun tersenyum bangga.

Asyik, Wonderful Club Menang Games in the Car I

Asyik, Wonderful Club Menang Games in the Car I

Bersama MC Rama AKbar dari Iradio yang super kocak

Bersama MC Rama AKbar dari Iradio yang super kocak

Kemudiaan perjalanan kami dilanjutkan menuju point 2 yaitu: Resto Iga Peko-Peko. Rute yang dilalui yaitu jl. Fatmawati, Kramat Pela, dan Panglima Polim.

Dirumah Makan Iga Peko-peko yang teerletak di jl Ahmad dahlan No. 40 Gandararia Jakarta Selatan ini, kami tak hanya sekedar makan siang.

Tetapi kami akan masak bareng Chef “Marinka”, yang terkenal dengan acara Cooking in Paradise Trans 7. Dengan piawai sang Chef yang cantik & seksi yang mengenakan baju merah ini, memperagakan kepiawaiannya meramu beberapa menu untuk para wanita karier.

Amboi, sambil ditemani beberapa orang peserta tour, Marinka memperagakan masakannya yang tentu saja mengoyang lidah.

Salah seorang rekan dari “Wonderful Club” pun tak mau ketingalan menjadi patner Marinka mendemo masakannya.

Demo masak bareng Chef Marinka

Demo masak bareng Chef Marinka

Sambil menuggu hidangan khas yang serba Iga yang dikreasikan dengan racikan spesialnya ini kami menyeruput berbagai minuman segar, mulai dari soft drinks dingin, es milo sampai ice cream dengan aneka rasa.

Bagi penikmat kuliner menu Iga Penyet pasti menjadi santapan yang diburu. Saya sendiri di tempat ini memesan Iga Peko-Peko. Sambal khas Peko-peko-nya membuat menunya terasa berbeda dengan masakan iga lainnya.

So…tunggu apa lagi bagi yang penasaran akan kekhasan dan kenimatan masakan Iga, segeralah meluncur kemari. Karena sang pemilik yang ramah akan menghidangkan menu khas restourant ini.

Selain itu suasana yang sangat unik dan nyaman disini akan membuat para pengunjung betah untuk berlama-lam disini. Tatanan yang unik dan rapi membuat kenyaman semakin terasa.

Tak lupa, photo bareng sang empunya resto inipun tak akan kami lewatkan. Cis…dua jempol buat hidangan dan keramahannya !!!

Bersama Pemilik Resto Iga peko-Peko yang Ramah

Bersama Pemilik Resto Iga peko-Peko yang Ramah

Setelah itu rute kuliner pun berlanjut lagi. Sambil berdendang ria mengikuti irama lagu yang dipancarkan oleh Iradio dan celoteh yang renyah Rama Akbar menemani kami melintasi Radio dalam, Pondok Indah, Tol Serpong dan Exit di gading Serpong, lalu masuk Kawasan Summarecon Serpong di jalan Boulevard kami para peserta menuju point 3 yaitu : Soto Kudus Menara.

Suasana kawasan yang megahpun terasa di sini. Dikawasan Gading Serpong ini para pengunjung bakal lapar mata dan perut, karena di kawasan ini tak ubahnya kawasan Summarecon Kelapa gading yang terkenal dengan surga makanannya itu.

Soto Kudus Menara

Soto Kudus Menara

Kamipun memarkirkan kendaraan Luxio kami dengan manis di Boulevard Gading Serpong Ruko Paramount Gading Serpong. Para peserta tour kali ini akan menyicipi asyiknya soto, rawon dan bebek goreng resto Soto Kudus Menara yang top markotop.

Aha, ternyata benar apa yang sering orang-orang bilang kalau di resto ini punya sensasi rasa yang istimewa. Sotonya mempunyai aroma, kuah dan daging yang sangat khas. Selain itu para pengunjung juga akan menjumpai menu spesial lain seperti rawon kendhil, bebek goreng, garang asem, sate telur puyuh, sate kerang yang memang mengoyang lidah.

Bahkan disini para pengunjung dapat mengambil nasi sesukanya lho.

Bayangkan bahkan dengan bangganya kami mengambil nasi dari rice cooker. Benar-benar resto yang unik dan loyal kepada pengunjung.

Asyik, makan lagi, benar-benar culinar tour yang menyenangkan. Eit tak puput dari camera, Cis mejeng dulu ach !!!

Yuk Makan bersama Luxio yang Ok banget

Yuk Makan bersama Luxio yang Ok banget

Nah, setelah kenyang dengan menu soto, rawon, bebek, dsb tadi, sekarang kita menuju session photo yang mengambil lokasi di Pondok Hijau Golf & Parklane.

Di area ini para peserta dimanjakan oleh suasana real estate yang tak biasa. Lokasi perumahan mewah dan megah di kelilingi keasrian alam. Di tempat ini tumbuh pepohonan hijau, taman bermain dengan kesejukkan air terjun buatan, terbentang luas padang golf yang asri bahkan terdapat sebuah danau. Wow benar-benar tempat yang indah!. So Amazing !

Wonderful Club in Pondok Hijau Golf

Wonderful Club in Pondok Hijau Golf

Lalu dengan bangga kita para peserta Luxiorious Culinary Tour de Jakarta tak sungkan-sungkan bergaya untuk mengabadikan photo di tempat ini.

Ada yang bergaya dengan mobil Luxio, yang dengan setia menemani perjalanan kita hari ini.

Ada juga yang tak sungkan-sungkan langsung rebahan di rumput sambil menebar pesona minta di photo. Bahkan minta di shoot oleh Yes TV, hahaha….

Luxio di Pondok Hijau Golf Serpong

Luxio di Pondok Hijau Golf Serpong

Terima kasih yach Mas-mas Pers dan Yes TV. “Wonderful Club” selalu di abadikan keceriaannya, hehehe…Gan En, Gan En, Gan En !!!

Aksi Pers Wartawan & Cameraman yang super berani

Aksi Pers Wartawan & Cameraman yang super berani

Waktu telah menujukkan pukul 16.30, sa’at kami meninggalkan keasrian Pondok Hijau Golf dan Parklane untuk menuju Salsa Food City Summarecon Serpong.

Ekspresi Wonderful Club di Salsa Gading Food City Stage

Ekspresi Wonderful Club di Salsa Gading Food City Stage

Spot Favorit “Salsa Food City” ini berada di kawasan Summarecon Mal Serpong.

Di tempat ini biasanya warga Serpong menghabiskan waktu bersantai bersama keluarga mereka sambil menikmati aneka kuliner.

Di Salsa Food City ini berbagai jajanan khas seperti martabak mini, es durian, bakwan & bakso, berbagai es pudding, sate, dan lainnya tersaji lengkap. Rasa yang ditawarkanpun istimewa. Tentu kami para peserta tour kali ini tidak akan melewatkan kesempatan untuk menikmati berbagai jajanan disini.

Pesan jajanan ramai-ramaipun segera berlanjut. Dan pastinya session photo tak akan habisnya. Czzz senyum lagi sambil makan tentunya !

Ditemani MC kocak dan piawai menghidupkan susana “Rama Akbar” pun tak henti mengajak para peserta tour tertawa ngakak sambil menikmati berbagai jajanan.

Sejumlah games dan hadiahpun digelar. Hem…asyik…sudah makannya enak dan gratis dapat pula hadiah & bingkisannya.

Suasana Salsa Gading Food City

Suasana Salsa Gading Food City

Terima kasih yach para sponsor event atas hadiah dan berbagai bingkisannya !!!

Lalu, setelah kepenatan berkurang, kami para peserta kembali melanjutkan rute perjalanan untuk menuju spot Kuliner 5.

Melintasi Tol Cikokol, Tol Kebun Jeruk, Tol Tomang lalu exit di Tol Sunter lalu memasuki kawasan Summarecon Kelapa Gading.

Spot Kuliner 5 yang merupakan End Point ini mengambil tempat di Resto Sandwich Bakar di Gading Food City, La Piazza Kelapa Gading.Wow, sa’at rombongan tour datang tertulis didepan resto “Sorry, we closed for Public !”.

Kita, para peserta tour jadi tersanjung, atas sambutan spesial dari sang empunya resto !. Gan En !

Di resto ini kembali para peserta tour dimanjakan oleh hidangan yang sangat khas dan unik. Disini akan kita jumpai Sandwich yang lain dari tempat lain. Karena sandwitch disini di proses dengan cara di bakar.

Menurut sang empunya sandwich bakar ini punya sejarah dan perjalanan yang cukup panjang lho.
Berbagai sandwich di resto ini diracik dengan variasi rasa dan isi yang berbeda. Berbagai pilihan favorit seperti sandwitch tuna, sandwich teriyaki yang lengkap dengan sosis, sandwich turkey, dll ada di sini.

Tak ketinggalan pula beragam minuman segar dan hangat turut tersedia disini. Saya sendiri memesan wedang jahe hangat menemani saya bersantap malam. Wow minuman ini sungguh mantap, selain menghangatkan juga mempunyai rasa dan aroma yang khas. Pokoknya unik dan nikmat.

Sambil sesekali mengintip dapur sandwitch kamipun tetap dihibur oleh para panitia dan MC yang super ok “Rama Akbar” untuk menjawab berbagai kuis berhadiah. Berbagai mobil “Luxio” ukuran minipun di bagikan kepada para peserta yang bisa menjawab kuis seputar daihatsu.

Amboi….hadiah lagi…makan lagi….hadiah lagi…makan lagi….

Pokoknya top dan pas banget dengan slogan para peserta tour, ”Kita sikat habis makanannya, Kita sapu bersih hadiahnya !”.

Mantap, benar-benar mantap nih event !.

Sekali lagi terima kasih yach para penyelenggara : Daihatsu, Majalah Yuk Makan, Iradio & Yes TV juga para sponsor Astra Credit Company (ACC), Garda Oto, Indosat, SuperO2 & Dynamic Bakery.

Kita tunggu event culinary tour berikutnya.

Salam Hangat & Paling Super dari Wonderful Club !!! See you in next event !!!

Chrisye, Jejak Sang Legenda Juni 21, 2010

Posted by elindasari in Artikel.
Tags: , , , , , , , , ,
22 comments
Chrisye, Jejak Sang Legenda

Chrisye, Jejak Sang Legenda

Pagi itu ketika saya mengunjungi blognya Pakdhe Cholik di http://abdulcholik.com

Pakdhe Cholik bercerita Seputar tembang lawas, saya jadi teringat nostalgia ketika SMP dulu.

Sa’at itu (doeloe) saya sedang dilanda yang namanya cinta pertama. Hahaha…cinta monyetlah. Sama teman SMP juga. Tapi sampai sekarang saya yakin si teman saya itu nggak bakalan tahu kalau saya suka banget sama dia.

Yach…karena saya nggak pernah bilang kalau saya suka sama dia
(jaman dulu ada anggapan pamali kalau cewek bilang suka duluan , hihihi) dan sikap saya juga meski saya suka banget sama si dia, tetap normal…meski kalau ada si dia…sa’at itu seakan ada letusan gunung berapi, hahaha…..Eit, jangan coba-coba nanya siapa dia yach…karena saya nggak bakalan bilang namanya, wakakak…

Chrisye, Sang Legenda

Chrisye, Sang Legenda

Nah, saya jadi teringat almarhum Chrisye yang notabene adalah penyanyi yang sangat terkenal sampai 4 dekade. Lalu apa hubungannya dengan sang legendaries Chrisye.

Nah itu dia, saya dan si dia (cowok yang saya suka itu) sangat suka dengan lagunya Chrisye yang judulnya “Anak Sekolah”. So…lagu “Anak Sekolah” ini jadi tembang kebangsaan saya kala itu.

Begitu ceritanya saudara-saudara. (Lebay…banget pembukaan postingannya, hehehe…)
So, kali ini saya mau postingkan hal-hal yang berbau Chrisye (Alm) , yuk….

Pada era 70-an, di Indonesia kala itu musik pop sangat beruntung karena memiliki beberapa penyanyi pop solo yang secara bersamaan menjadi icon nasional.

Seperti Bob Tutupoli, Broery Pesolima, Dhedy Damhudi, dll. Namun, memasuki era 1980, jumlah “icon” itu kian menyusut.

(Ini katanya lho karena setahu saya saya masih belum lahir sa’at mereka-mereka ini sudah tenar).

Meski demikian yang menarik dari hal ini, mereka yang sedikit ini mampu bergerak ke arah genre musik yang beragam, dan tampil membentuk karakter yang kuat yang tak bisa diduplikasi satu sama lain.

Seperti Harvey Malaihollo sempat menyandar “gelar abadi” sebagai macan festival. Lalu, Utha Likumahua yang sering menyaynyikan lagu-lagu berbau jazzy.

Iwan Fals dengan dengan cirri khas anak jalanan (lebih berani menyuarakan suara-suara arus bawah dan ada kesan agak vocal menurut jaman itu).

Terus Ebiet G Ade yang sering melantunkan lagu-lagu yang bertemankan puisi-puisi kemanusiaan dan alam.

Kemudian, di antara mereka penyanyi-penyanyi yang disebutkan diatas tadi, muncul nama Christian Rahadi atau Chrismansyah Rahadi, yang akhirnya lebih dikenal oleh penikmat lagu dan musik dengan nama “Chrisye”.

Ketika itu Chrisye membawa genre baru, yang oleh pengamat musik disebut sebagai “pop kreatif”.

Entah apa maksudnya (saya sendiri orang awam yang nggak terlalu tahu detail untuk hal0hal yang berbau musik hanya sebagatas penikmat saja).

Warna lagu musik yang dibawakan Chrisye ini sangat beda dengan rekan-rekannya sesame penyanyi.
Suaranya khasnya yang bening cenderung sendu. Tapi bisa juga berubah jadi ceria.

Cover Album Chrisye "Hip Hip Hura"

Lirik-lirik lagunya orisinal, beberapa diantaranya menggunakan syair puitis dan bahasa Sangsekerta yang terdengar bagitu cerdas.

Tentu saja kelebihan itu sudah langsung membentuk jenis musik khas Chrisye yang kentaldan berkarakter.
Menurut beberapa sumber referensi menyebutkan bahwa, Di telinga publik Indonesia, Chrisye menempati ruang tersendiri. Hampir empat decade, Chrisye berkarya dan menelurkan sejumlah album.

Ketika rekan seangkatannya mulai pasang-surut dan hilang, Chrisye tetap eksis hingga tutup usia, pada tanggal 30 Maret 2007.

Chrisye Tercatat sebagai Tonggak Musik Indonesia

Chrisye sudah mengawali karir jauh sebelumnya. Tahun 1967, ia bergabung dengan Gank Penggangsaan, yang dimotori keluarga Nasution.

Sempat pula memetik bass merangkap vokalis di band Sabda Nada yang dimodali pengusaha Pontjo Sutowo, dan dikontrak untuk bermain di New York selama dua tahun.

Namun, nama Chrisye mulai dikenal ketika dia diajak Guruh Soekarno Putra dalam proyek Guruh Gipsy, dan diminta Radio Prambors menyanyikan Lilin Lilin Kecil karya James F Sundah yang kemudian menjadi hits di zamannya dalam Lomba Cipta Lagu Remaja 1977.

Meski sempat merilis solo album Jurang Pemisah bersama Yockie Soerjoprajogo, namun titik puncak karir Chrisye melesat saat Eros Djarot mengajaknya membuat soundttrack film Badai Pasti Berlalu (1977), yang belakangan dianggap sebagai tonggak musik pop Indonesia.

Cover album "Sabda Alam" Chrisye

Setahun berselang, kembali berkolaborasi dengan Yockie Soerjoprajogo, Chrisye meluncurkan album Sabda Alam.

Campur tangan Guruh Soekarno Putra dan Junaedi Salat yang menyumbangkan beberapa lagu mereka, menjadikan Sabda Alam sebagai salah satu album fenomenal yang paling dicari para kolektor musik.

Cover Album Chrisye "Ada Cinta"

Sejak itu, sosok Chrisye menjadi icon musik pop Indonesia yang sesungguhnya. Ia merekam ratusan lagu dengan beragam nada yang seakan memang diciptakan untuknya. Lagu-lagu yang hanya pas jika ia sendiri yang menyanyikan.

Tak cuma saat berkolaborasi dengan Yockie atau sewaktu membawakan lagu-lagu Guruh, tapi juga ketika belakangan ia bekerjasama dengan para yuniornya seperti Ariel Peterpan atau Ahmad Dhani.

Karakter khasnya tak luruh. Begitu nada awal dilagukan, orang langsung tahu: “Itu pasti Chrisye!” .

Bahkan, dalam album Dekade (2002), Chrisye mampu menghidupkan kembali lagu-lagu tempo doeloe menjadi hits yang terus diputar di banyak radio swasta.

Namun, pada titik itu pula, perjalanan karir Chrisye sempat “tercoreng”. Beberapa lagu yang ia nyanyikan, dituding sebagai jiplakan.
Seperti Hip Hip Hura (ciptaan Adjie Sutama) yang mirip Footloose (Kenny Loggins), Selamat Tinggal Sayang (Dadang S. Manaf) yang menyerupai The Carpenters, Jumpa Pertama (Andi Mapajalos) dengan Morning Train (Sheena Easton), hingga Kala Cinta Menggoda (Guruh Soekarnoputra) yang beda-beda tipis dengan Man on Fire (Andy Gibb).

Belakangan, beberapa peminat musik tanah air pun mengulik-ulik lagu Pelangi dalam album Badai Pasti Berlalu yang, konon, merupakan duplikasi dari After The Ordeal-nya Genesis. Juga Khayalku yang beberapa verse-nya dituding dicuplik dari Repent Walpurgis milik Procol Harum.

Bagusnya, masyarakat tahu, pada insiden itu, Chrisye tak berada di posisi “terdakwa”. Toh, ia hanya sekadar menyanyi, dan tak pernah mengklaim sebagai pencipta.

Tak Tergantikan

Tapi yang pasti Indonesia bangga memiliki seorang penyanyi yang berkelas seperti Chrisye.

Chrisye sa'at menikah

Chrisye sa'at menikah

YES…cuma ada satu Chrisye yang tak akan mungkin bisa tergantikan.

Chrisye & Keluarga

Chrisye & Keluarga

(Foto & artikel dari berbagai sumber yang disarikan kembali oleh Elindasari)

MENJADI “BINTANG” SEMALAM Mei 25, 2010

Posted by elindasari in Artikel.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,
16 comments
Summarecon GNC in Action

Summarecon GNC in Action

Kemeriahan malam puncak event JFFF 2010 yang ditandai dengan hadirnya ribuan penonton yang memadati setiap rute yang dilalui para dancer, model, roller blide, engrang, marching band, float parede, fire eater dan spectakuler fireworks seakan membasuh semua “kepenatan” kami selama mempersiapkan event Gading Nite Carnaval JFFF 2010 yang bergengsi dan telah dilangsungkan pada Sabtu malam, 22 Mei 2010.

Jadwal latihan yang rutin dan disiplin serta mempersiapkan property (custom carnaval) disela-sela kesibukan kami sebagai karyawan sekan terbayar sudah.

Semua terbayar sudah, melihat antusiasnya sambuatan para penonton yang membanjir dan memadati rute carnaval untuk menyaksikan atraksi kami, dari mulai persiapan, start sampai di tempat finish.

Ratusan bahkan ribuan photo lewat bidikan camera dan shotingan video lewat bidikan handicam oleh para pengunjung, pers dan wartawan yang mengabadikan wajah kami dan atraksi kami di setiap atraksi yang kami gelar.

Kami pun tak sungkan untuk ber pose ria, layaknya seorang “BINTANG”. Menebar senyum, menebar pesona, melambai tangan, bahkan tak sungkan-sungkan kami memamerkan atraksi kami yang heboh.

Semua kebisaan yang kami peroleh ini berkat gemblengan tangan dingin Sang Maestro “Dinan Fariz & Team” dan Ibu “Linda Moenir” selama ini. Kami ber Salsa, ber Runway, ber Pose layaknya seorang “Bintang Model” yang sudah populer.

Tepukan tangan yang bergemuruh, suitan manis dan ratusan bidikan blitz camera dan handicam dari para penonton, pers dan wartawan seakan semakin membakar dan menambah semangat kami selama Carnaval berlangsung.

Dan inilah para “BINTANG” semalam itu…..

Dede Sutrisna in Star & Moon Property

Dede Sutrisna in Star & Moon Property

Asih in Flower Property

Asih in Flower Property

Ferry Sadria in Sea Animal Property

Ferry Sadria in Sea Animal Property

Agus in Tiger Property

Agus in Tiger Property

A Taufik in Butterfly Property

A Taufik in Butterfly Property

Sisca in Dragon Property

Sisca in Dragon Property

Wastam in Flower Property

Wastam in Flower Property

Elly in Moon & Star Property

Elly in Moon & Star Property

Metta in Butterly Property

Metta in Butterly Property

Anatha in Bat Property

Anatha in Bat Property

Carlota in Shell Property

Carlota in Shell Property

Desy in Phoenix Property

Desy in Phoenix Property

Dewi P in Leopard Property

Dewi P in Leopard Property

Dhini in Tiger Property

Dhini in Tiger Property

Elindasari in Flower Property

Elindasari in Flower Property

Endah Ekawati in Leopard Property

Endah Ekawati in Leopard Property

Evita in Flower Property

Evita in Flower Property

Hely in Lobster Property

Hely in Lobster Property

Heni in Fish Property

Heni in Fish Property

Herman in Crab Property

Herman in Crab Property

Ika in Firefly Property

Ika in Firefly Property

Leni in Moon Property

Leni in Moon Property

Lusi in Tiger Property

Lusi in Tiger Property

Nasrullah in Prawn Property

Nasrullah in Prawn Property

Rhahan in Zebra Property

Rhahan in Zebra Property

Rina in Butterly Property

Rina in Butterly Property

Siane in Zebra Property

Siane in Zebra Property

Siti in Sea Animal Property

Siti in Sea Animal Property

Sugeng in Octopus Property

Sugeng in Octopus Property

Ferry Suharto in zebra Property

Ferry Suharto in zebra Property

Vera in Peacock Property

Vera in Peacock Property

Wahyudi in Moon Property

Wahyudi in Moon Property

Victor in Star Property

Victor in Star Property

Yusnady in Flower Property

Yusnady in Flower Property

Septinasari in Moon & Star

Septinasari in Moon & Star

Widiyanti in Moon & Star Property

Widiyanti in Moon & Star Property

Ratna Elisius in Flower Property

Ratna Elisius in Flower Property

Nursiah in Flower Property

Nursiah in Flower Property

Sutrisno in Flower Property

Sutrisno in Flower Property

YES, I like a “STAR” last night. I am very Enjoy it and Happinest.

We like “STARS” in the Wonderful Nite. We are very happy, enjoy and proud.

Thank all. Our best Smile to you, All !!!.

See you next year in JFFF 2011

KEMERIAHAN “GADING NITE CARNAVAL JFFF” SABTU MALAM, 22 MEI 2010 Mei 23, 2010

Posted by elindasari in Artikel.
Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , ,
2 comments
Ribuan Penonton memadati Rute Pertunjukan GNC JFFF

Ribuan Penonton memadati Rute Pertunjukan GNC JFFF

Summarecon Gading Nite Carnaval

Summarecon Gading Nite Carnaval

My Friends in Action (Summarecon GNC)

My Friends in Action (Summarecon GNC)

Marching Band JFC

Marching Band JFC

Jember Festival Carnaval

Jember Festival Carnaval

We are in Action (Summarecon Gading Nite Carnaval)

We are in Action (Summarecon Gading Nite Carnaval)

Gegap gemita kemeriahan Malam, mewarnai atraksi “GADING NITE CARNAVAL JFFF” yang berlangsung pada Sabtu Malam tanggal 22 Mei 2010.

Event yang mengusung akar budaya Indonesia seperti ini telah berlangsung sejak 6 tahun yang lalu dan atraksi pada malam itu adalah atraksi ke-7 dalam rangkaian acara JFFF yang telah berlangsung sejak tgl 12 Mei 2010 lalu dan akan ditutup pada Minggu tanggal 23 Mei 2010.

My Friends and I in Preparation

My Friends and I in Preparation

Metta & Dessy in Preparation

Metta & Dessy in Preparation

Lusi & Dhini in Preparation

Lusi & Dhini in Preparation

Lighting Man in Preparation

Lighting Man in Preparation

Elindasari when Interview with pers

Elindasari when Interview with pers

Dalam rangkaian puncak event JFFF ini berupa “Gading Nite Carnavel” ini terselenggara dipelelopori oleh PT. Summarecon Agung, Tbk selaku pengembang kawasan Summarecon Kelapa Gading dan didukung oleh berbagai pihak terkait didalamnya seperti Pariwisata Jakarta, Enjoy Jakarta, Martha Tilaar Group, Esmod Jakarta, dan banyak lagi lainnya. Juga berbagai sponsor pendukung JFFF seperti : Nokia, Teh Botol Sosro, Toto, Asus, Hotel Harris, Fit Plus, PAC, dll. Dan tak ketinggalan media partners event ini seperti : Metro TV, Kompas, Fashion TV, Majalah Yuk Makan, dll

Kemeriahan malam itu menampilan berbagai atraksi yang mengusung tema “MASQUERADE” atau “Topeng” yang sangat menukau ribuan penonton yang datang membanjiri sepanjang rute carnaval yang dilalui. Rute carval yang dimulai dari gedung Parkir La Piazza, La Piazza, MKG 1, MKG 2 MKG 3 dan berakhir di MGK5 yang berada persis di depan hotel Harris Kelapa Gading.

Terdapat 2 panggung kehormatan yang berada persis di bundaran utama La Piazza dan di MKG 2 yang dihadiri oleh gubernur, wakil gubernur DKI Jkaarta & para pejabat setempat serta sejumlah undangan VVIP dan VIP lainnya. Di depan stadium kehormatan ini di pentasan Atraksi-Atraksi Unggulan. Tepuk tangan yang bergemuruh seakan tiada hentinya dari para penonton pertunjukan yang begitu spktakuler dan memukau ini.

Nilla sang Maestro for Make up Artist

Nilla sang Maestro for Make up Artist

Tebar pesona dan lontaran senyum dari para dancer dan model yang mengenakan berbagai property yang glamour dan elegant serta dilengkapi topeng yang berwarni –warni dengan lampu-lampu flip-flop di berbagai property / custom mereka ini, seakan tak ingin disia-siakan oleh sejumlah pers dan wartawan serta penonton yang mengabaikan mereka lewat bidikan camera dan video sambil menikmati atraksi mereka.

Ratna, Linda, dessy, Metta in Preparation

Ratna, Linda, dessy, Metta in Preparation

Sepanjang jalan para dancer mempertontonkan kebolehan mereka berdancing ria mengikuti irama lagu yang mengiringi rute perjalanan mereka.

Tak kurang 500 dancer profesional dan para model terkenal yang tergabung dalam Cosplay (dibawah asuhan Mbak Shanty), Jember Festival Carnaval (JFC) dibawah asuhan Mas Dinan Fariz, Summarecon Gading Nite Carnaval (terdiri dari Karyawan-karyawati PT. Summarecon), Rama Shinta (community dari Taman Suropati Jakarta), Communty Dancer dibawah asuhan Ibu Linda Moenir, Fire Eater, dll, juga para model profesional yang tergabung dalam Esmond, Martha Tilaar, dsb. Diramaikan juga dengan pertunjukan enggrang, roller blinde, Ondel-ondel beserta sejumlah mobil & motor hias, juga marching band (dari JFC dan Garuda), turut mewarnai event bergengsi ini.

Fireworks menutup event JFFF 2010

Fireworks menutup event JFFF 2010

Seiring berakhirnya event ini ditutup dengan ratusan kali letusan kembang api (Fireworks) yang sangat memukau diberbagai titik yang menjadi tempat pertunjukan. Malam yang indah dan semarak itu semakin memanjakan mata para penonton yang sekan enggan beranjak dari tempat duduk mereka meski sejumlah atraksi telah berakhir.

Yusnadi's Smile

Yusnadi's Smile

Sampai jumpa tahun depan, saksikan kembali event yang penuh spektakuler ini di tahun mendatang dan pastinya akan semakin memukau dan semarak ini.

Teriring senyum dan ucapan terima kasih dari kami mewakili berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya event JFFF ini.

See you next year in JFFF !!!

Semoga tulisan ini memberikan manfa’at & inspirasi.

BIKE TO WORK Mei 20, 2010

Posted by elindasari in Artikel.
13 comments
Evolusi Sepeda

Evolusi Sepeda

Anda pengemar sepeda ?.
Aha…jika jawabannya “iya”, maka tentu saja anda tidak akan berkeberatan untuk membabat habis postingan saya kali ini.

Ramai-ramai Bike To Work

Ramai-ramai Bike To Work

Mejeng bareng, Bike to Work !

Mejeng bareng, Bike to Work !

Jakarta memang semakin sembrawut sa’at ini. Semua jenis kendaraan seakan berlomba-lomba di jalannya tidak mengenal waktu. Semakin hari semakin padat. Pertumbuhan kendaraan tidak sebanding dgn kebutuhan jalan raya.

Knalpot yang mengeluarakan berbagai macam warna asap hasil pembuangan pembakaran kendaraan itu seakan jadi pemandangan yang biasa bagi kita. Mulai yang berwarna hitam pekat sampai yang berwarna putih…taileh…bikin kepala pusing dech kalau sempet terhirup.

Mulai dari kendaraan umum seperti Metromini, Bis PPD, Bis Patas, Bis AC, Bis ukuran tanggung, Angkot, Mikrolet, Taksi, Kendaraan pribadi, Bajaj sampai kendaraan roda dua (motor) yang selalu berlalu lalang seperti segerombolan kunang-kunang. Duch…padat banget dech…apalagi dijalan-jalan protocol dan jalan-jalan utama.

Dewi & Virgina, Boncengan Bike to Work ok juga lho !

Dewi & Virgina, Boncengan Bike to Work ok juga lho !

Elindasari, Dewi P, Metta...siap Bike to Work

Elindasari, Dewi P, Metta...siap Bike to Work

Hem… sungguh mengerikan jika kita memikirkan efek domino dari semuanya ini, terutama tentang polusi udara, polusi suara dan lain-lain terhadap kesehatan diri kita dan terhadap lingkungan.

Nah, mungkin ada baiknya (meski mungkin tidak semua orang dapat melakukannya) kita mengalakkan kembali untuk mengendarai sepeda dalam menjangkau tempat-tempat tujuan kita (tertentu) dalam menjalankan aktivitas kita sehari-hari.

Kebetulan beberapa waktu yang lalu, perusahaanku tempat saya bekerja menggalakkan program bersepeda ke tempat kerja atau istilah kerenya “Bike to Work”.

Keren khan kedengarannya ?.
Yes, Bike to Work !. Itu bukan hanya slogan, tapi banyak yang sudah melakukannya lho, ini terbukti dari tempat parkir sepeda yang selalu penuh setiap harinya.

Meski saya akui tak semua karyawan / orang dapat melakukannya, minimal jika kita ada niat, pasti semuanya bisa. Apalagi, jika memang jarak tempuh tempat tinggal kita dengan kantor atau tempat yang akan kita tuju masih memungkinkan untuk dijangkau dengan kendaraan yang ramah lingkungan ini.

Selain hemat bahan bakar, karena tenaganya full oleh manusia (hehehe…meski kita juga butuh bahan baker alias makan) yang pastinya kendaraan ini bebas polusi (tapi nggak bebas keringat yach, hehehe). Dan yang pasti akan bikin kita sehat. Apalagi jika dilakukan secara rutin.

Hanya sayangnya untuk sa’at ini kota tercinta kita Jakarta, belum menyediakan jalur khusus untuk pengedara sepeda disetiap jalan.

Yach kita tunggu jalurnya Pak Gubernur, Pak walikota, sehingga pengendara sepeda semakin hari semakin banyak dan merasa aman.
Eit…satu lagi pengendara sepeda tidak dipandang sebelah mata oleh pengendara kendaraan lain yang bertenaga bukan manusia.

OK, sekian kulasannya semoga tulisan ini bermanfa’at & memberi inspirasi.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 49 pengikut lainnya.