MUSEUM TEKSTIL JAKARTA & KURSUS BATIK Oktober 13, 2009
Posted by elindasari in Belajar.Tags: Alamiah, Batik, Canting, Kursus Batik, Museum, Museum Tekstil, Pewarna, Tanah Abang, UNESCO
trackback
Pada hari Minggu kemarin, tepatan tanggal 11 Oktober 2009, saya beserta teman-teman melepaskan kepenatan sejenak dari aktivitas kantor, dengan berkunjung ke Museum Tektil Jakarta.

Museum Tekstil Jakarta
Kunjungan kami kali ini tak lain adalah untuk lebih mengenal dan tahu lebih banyak tentang Tektil yang ada di Indonesia terutama tentang BATIK. Busana Adikarya Tradisional Indonesia Kita.
Tentu sahabat blogger dan para pembaca sudah tahu khan, kalau pada tgl 2 Oktober 2009 yang lalu oleh UNESCO telah ditetapkan bahwa BATIK adalah “Warisan Budaya Asli Indonesia”.
Perjalanan kami dimulai sekitar pukul 10.30 pagi dan kunjungan berakhir sekitar pukul 16.00.
Biasa sebelum berangkat foto bersama, dan cizzz….inilah hasilnya….Foto para peserta yang siap berangkat ke museum tekstil sekaligus untuk mengikuti pelatihan / kursus batik. Hem…pasti mneyenangkan .

Sebelum berangkat ke Museum Tekstil 11 Okt 2009
Sekitar pukul 11.00 kami sudah tiba di Museum Tekstil.
Museum ini terletak di daerah Tanah Abang. Tepatnya di Jl. Aipda K.S. Tubun, No. 4 Kel.Petamburan, Kec. Tanah Abang Jakarta Barat (Jakarta 11420).
Bangunan Museum ini dulunya disebut “Indische Woonhuis / Asrama Pegawai Departemen Sosial”. Sekarang dikenal dengan nama “Museum Tekstil”. Pemilik bangunan ini adalah “Pemerintah Provinsi DKI Jakarta”
Nah, sebelum saya bercerita tentang aktivitas kami di museum ini ada baiknya para sahabat blogger / pembaca juga mengetahui sejarah ringkas tentang Museum ini.
Bukankah ada istilah, tak kenal maka tak sayang, so ringkasan ini juga kudu dibaca yach, hahaha….
Bangunan tua ini, dibangun pada tahun 1850-an (abad ke 19). Pada mulanya adalah rumah pribadi seorang warga Negara Perancis, kemudian dibeli oleh Konsul Turki bernama Abdul Azis Almussawi Al Katiri, yang menetap di Indonesia.
Pada tahun 1942 dijual kepada DR. Karel Christian Cruq.
Pada masa perjuangan kemerdekaan R.I. gedung ini dipergunakan sebagai Markas Barisan Keamanan Rakyat (BKR).
Tahun 1947 didiami oleh Lie Siou Pin, lalu pada tahun 1952 dibeli oleh Departemen Sosial R.I.
Pada tanggal 25 Oktober 1975 diserahkan kepada Pemerintah DKI Jakarta yang kemudian pada tanggal 28 Juni 1976 diresmikan penggunaannya sebagai Museum Tekstil oleh Ibu Tien Soeharto.
Bangunan ini dilindungi oleh SK Mendikbud RI Nomor 0128/M/1988. Bangunan masih asli , dalam keadaan baik dan terawat.
Arsitektur : Bergaya Art and Craft.
Golongan : B
Data-data tersebut saya copy dari : Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta
Hanya sebagai info bahwa pada sa’at kami berkunjung kemarin bangunan ini sedang direnovasi. Jadi kami belum bisa ambil foto untuk barang-barang yang tersimpan didalam museum ini. Tapi jangan khawatir, suatu sa’at saya akan kembali berkunjung untuk mengambilkan foto benda-benda yang tersimpan disana.
Nah, kesempatan berkunjungpun kami mulai dengan ke bangunan yang terletak agak ke belakang dari bangunan utama. Di bangunan ini ternyata adalah worshop untuk Kursus Batik.

Batiknya berkelompok lho

Asyik mem Batik
Mulai dari proses menggambar atau lebih tepatnya menjiplak, lalu batik pakai canting dan proses mewarnai kain yang sudah dibatik.

Salah satu karya teman sebelum proses pewarnaan
Setelah selesai diwarnai hasil karya kita tersebut dijemur. Hahaha, jemurnya di bawah pohon, oi….

Hasil karya pembatik amatir yang siap di jemur
Sambil menunggu hasil batik kami kering, kami mendengarkan pengarahan tentang “Sejarah & Teori Batik” dari Bapak Hamim dari Museum Tekstil.
Wow ternyata ceritanya asyik banget. Sambil duduk lesehan di bawah pohon randu yang umurnya udah ratusan tahun yang sangat rindang dan ditemani angin sore yang bertiup sepoi-sepoi, denger ceritanya tambah asyik.
Ternyata batik itu sudah sangat akrab di bumi Nusantara ini sejak dulu kala. Sudah ada di bumi Nusantara kita sejak jaman para penjajah belum ada di nusantara, batik itu sudah ada. Hasil batik yang sangat indah ini juga menjadi daya tarik bangsa lain. Sampai-sampai para penjajahpun banyak yang jatuh cinta dengan batik hasil karya anak negeri.

Mejeng ber4 pakai batik
Pak Hamim dari Museum ini menceritakan sangat lengkap. Mulai dari cerita motif batik yang beraneka macam, cara membatik, para pembatik zaman dulu, persiapan apa yang mereka lakukan sampai cerita tirakad sebelum mereka mulai membatik, nembang, bahan campuran lilin utk membatik dan corak / motif apa saja yang dikenakan oleh raja-raja zaman dulu sampai cerita tentang batik pada masa sekarang. Pokoke lengkap dan asyik banget…Terima ksh yach Pak Hamim sudah membeagi ceritanya dengan kami semua. Karena kita semakin sadar bahwa Indonesia itu sangat kaya akan budaya dan semamkin menyadarkan kita betapa penting untuk turut menjaga dan mewarisi budaya itu agar tetap lestari sampai cucu, cicit kita nanti. Semoga tetap lestari sepanjang masa yach pak.
Tapi, saya nggak akan kulas sampai detail disini yach kulasan cerita dari Paka Hamim ini, saya anjurkan para sahabat blogger / pembaca yang tertarik, silahkan berkunjung saja ke museum ini, nanti pasti dicerita yang saya kulas sepintas tadi, hehehe.
Nah, biar nggak bosen saya tampilkan foto-foto saya dan teman-teman ketika belajar batik.
(Hasilnya tentu saja masih jauh dari para pembatik yang sudah professional, hahaha…ini adalah hasil karya kaum awam dan pemula, hehehe).

Foto bareng hasil kreasi
Hem, ternyata batik itu harus sabar, tekun dan telaten lho. Dan tentu saja ternyata susah (tentu saja wong baru pertama ini pegang canting, wakakak). Dan tahukan saudara-saudara ternyata yang bikin kita meski hati-hati, kalau salah nggak bisa di ralat / didelete/ di tip ex seperti kita buat gambar atau nulis di kertas atau di komputer. Hem, wajar aza kalau harga batik tulis itu mahal yach ?. Belum lagi prose pewarnaannya sampai bbrp kali dan bila menggunakan pewarna alam. Wow benar benar karya yang luar biasa.

Batik
Pokoknya salut buat para pembatik Indonesia (terutama batik Tulis). Kita selaku bangsa Indonesia turut bangga, Karena hasil karya mereka sudah sangat popular di seluruh dunia.
Ok, para sahabat blogger dan pembaca sekian dulu cerita saya. Semoga bermafa’at dan memberi inspirasi.
Wow …
Full Batik Nih …
Entah mengapa …
Saya melihat Seseorang … baik Lelaki maupun Perempuan …
Jika memakai Batik …
Terlihat tampak lebih Tampan dan Catik ya …
Salam saya
NH18
@Hahaha…setuju Om Trainer, makanya orang asingpun seneng mengenakannya, krn jadi tambah cantik & ganteng…haiyah…..
Apalagi kalau sampai pakai batik Tulis, hem pasti jadi tambah Spesial dech penampilannya….
Ngomong2 Om trainer pasti punya koleksi baju batik selemari khan ? (Loh…kok tahu , hihihihi)
See you Om
Best regard,
Bintang
Hah …
YES !!! The First !!!
(tumben)
@Hahaha, selamat Om trainer, jadi no. satu nich, hahaha
Best regard,
Bintang
Batik memang indah…coba yang berfoto ..kan semua jadi cantik dan ganteng.
Btw…Bintang yang mana?
@Hahaha, jadi berbunga2 krn dipuji bun, hahaha….Di foto dgn title “Batik” saya yang pegang huruf “B” bunda

Terima kasih sudah mampir disini bunda Ratna
Best regard,
Bintang
Wahh… Mba Erna da mahir buat batik ya… Ajarin dunk ngebatiknya… saya pengen ngebatik barang-barang saya.. hehehehe….
Wah … saya pengin belajar membatik! Meskipun tinggal di Yogya (yang merupakan kota pusat batik) saya belum pernah belajar membatik. Sebenarnya ada juga tempat-tempat yang bia dipakai untuk belajar membatik, tapi tidk se’profesional’ dan se’gampang’ seperti di museum tekstil ini. Kapan-kapan deh, kalau pas ke Jakarta saya akan menyempatkan diri ke museum tekstil.
Ohya, Mbak Elinda yang pakai baju batik coklat ya? Pada foto yang berempat, yang paling kanan? Soalnya selama ini nggak pernah masang fotonya, jadi saya belum tahu wajah Mbak Elinda
@Iyach mbak Tuti, di museum ini di sediakan kursus batik singkat (cuma beberapa jam) spt yang saya jlni bersama teman2 tempo hari dan ada juga kursus batik sampai mahir (waktunya fleksible dan biaya juga nggak mahal, saya & teman2 sempat ditwrin jika ingin bisa batik sampai mahir dgn biaya 200 rb saja, waktunya terserah kita yang atur). Hem, sayang waktunya belum bisa atur, tapi kapan2 saya ingin ambil juga nich kursus biar bisa batik dgn hasil yang ok, hahaha….(minimal bisa batik selendang sendiri, pasti seneng, yuk kalau mbak Tuti ke Jkt kita batik bareng, pasti asyik…).
Tebakan mbak Tuti benar, difoto ber4 itu saya yang paling kanan. Sengaja postingan selama ini nggak pernah posting wajahku langsung, tapi atas permintaan banyak pembaca & temen2 yang penasaran akhirnya saya posting juga wajah saya.
Akhirnya…yang asli nongol juga….
(Sengaja di blog saya sering mengunakan nama lain “Bintang” & nggak pernah pasang foto wajah saya di postingan, maksudnya biar hasil postingan saya dibaca dan dinilai pure dari isinya, hahaha….alasannya nggak penting banget yach mbak, hehehe).
Nah, mbak Tuti sekarang sudah tahu wajah asli saya, jadi kalau sewaktu-waktu saya muncul di Jogja atau dimana saja, mbak Tuti sudah bisa langsung teriak dan peluk saya, wakakak….
Ok, mbak Tuti sekian dulu, obrolan paginya, mau lanjut aktivitas dulu, semoga hari-hari yang kita jalani senantiasa indah dan menyenangkan, semangat….YES
Best regard,
Bintang
JIKA ANDA MAU BELAJAR BATIK DENGAN INSTRUKTUR YANG BERPENGALAMAN DAN PROFESIONAL DIBIDANGNYA SILAHKAN HUBUNGI KAMI “BATIK AKASIA” Jln. Imogiri TImur Km. 5 Banguntapan Bantul Yogyakarta. AGUS HAERUDIN HP : 081 328 522 537 Email : haerudinagus@yahoo.co.id Blog : batikakasia.blogspot.com WEB : batikakasia.webs.com
Eits untung aku masuk postingan ini
jadi tahu wajah aslinya Bintang seperti apa hihihi
Pakai baju batik memang bagus
dan kalau kita tahu cara bikinnya susah tentu kita bisa menghargainya kan.
Aku dan anak-anak juga sudah pernah mampir ke Museum Tekstil dan mencoba membatik. Termasuk juga incident kecelakaan mataku kena lilin hihihi.
http://imelda.coutrier.com/2009/08/06/mencoba-nyeni/
Dalamnya Museum sih tidak banyak, terus terang saya agak kecewa dengan koleksi yang sedikit…..hiks
Lain kali kalau anak-anak sudah gede, aku mau ke sana lagi ahhh
EM
thanks a lot apresiasinya thdp museum tekstil. dari waktu ke waktu kami akan terus berbenah utk memenuhi kebutuhan masyarakat. soal pameran, karna terbatasnya ruang kami hanya dpt pamerkan sekitar 100 item, namun berkala per 3-4 bln diganti dg koleksi lainnya agar seluruh koleksi bisa disajikan kpd publik dan agar tetap terjaga kelestariannya. silakan berkunjung lagi utk joint di acara workshop lainnya.
@Ari: thanks infonya ari, btw bisa minta telp museum batik atau no yg bisa dihub ?? thanks sblumnya ya…
Maaf nih, numpang tanya. Moseum Tektil jakarta itu alamatnya dimana?
prosedur kunjungan ke sana bagaimana? Ada tiket masuk enggak? Dan setiap pengunjung bisa praktik bikin batik enggak?
terima kasih, atas jawaban kawan2 yang baik.
alamat museum tekstil : jl ks tubun 4 petamburan jakarta barat. mo berkunjung? gampang aja, tiket masuknya cuma 2000 (dewasa), mhs (1000), pelajar (600). siapa pun boleh joint membuat batik, hanya dg mengganti bahan 35 rb, pulang bisa bawa saputangan batik karya sendiri. so….welcome!
ada contact personnya nda ya …bisa minta noo telpnya
Tertarik untuk mencoba / eksperimen sendiri….dimana di jakarta tempat jual perlengkapan bahan dan alat2 membatik (pewarna, lilin dll)?
sebelumnya saya ucapkan terima kasih untuk infonya.
museum tekstil jakarta menyediakan semua perlengkapan dan bahan utk membatik, termasuk juga bahan utk yg mau eksperimen dg warna2 tumbuhan.
mau tanya donk …
orang yang buat batiknya hari apa aja ada ?? atau event” tertentu baru ada pengrajinnya ???
soalnya saya dan teman2 mau observasi lgsng ke tempat pembuatan batik dan mencoba membiuat batik … untuk tugas akhir sekolah saya dan teman2 sangat butuh infonya …
makasiih ya
waaaahhh… saya iriii… saya juga mau ikutan. gimana caranya? atau ada tempat kursus membatik lainnya di jakarta? any idea?
wow. pengen belajar batik, brp biaya kursusnya ya..
Jika anda mau belajar batik tulis dan batik cap ASLI dengan Instruktru Yang berpengalaman dan Profesional di bidangnya silahakan Hub : Agus Haerudin Tlp. (0274) 6859208 hp : 081 328 522 537 Blog : batikakasia.blogspot.com/haeruidnagus.multiply.com WEB : http://www.batikakasia.webs.com
Waktu belajar 1 – 5 hari atau Program weekend Sabtu minggu
Biaya : Rp. 350rb/hari/orang Jika peserta lebih dari satu orang Rp. 200rb/orang/hari.
Mas Boim anda mau belajar batik…mau dong ketemu Pakarnya…? Silahkan anda hubungi : Agus Harudin, (Instruktur Pelatihan Teknologi Batik di Balai Besar Kerajinan dan Batik Yogyakarta)
Hp : 081 328 522 537. Tlp : (0274) 6859208
Email : haerudinagus@yahoo.co.id.
Blog : http//batikakasia.blogspot.com
BATIK AKASIA Specialis Production Natural Colour’s Batik, Melayani Pesanan Batik tulis dan batik cap asli dengan pewarna alami dari tumbuh-tumbuhan partai kecil dan partai besar harga mulai Rp. 45rb/mtr pada kain katun dan Rp. 125rb/mtr pada kain sutera. Melayani Batik Cap dan Batik tulis Warna sintetis harga mulai Rp. 25rb/mtr pada kain katun dan Rp. 75rb/mtr pada kain sutera.
BATIK AKASIA melayani pelatihan batik singkat (Week End) Biaya Rp. 350rb/orang/Hari. Jika lebih dari satu orang Rp.250rb/orang/hari.
BATIK AKASIA melayani Panggilan Tenaga Instruktur Pelatihan Batik ke semua daerah di Indonesia dan Ke luar negeri.
Silahakan hubungi Kami BATIK AKASIA Bantul Yogyakarta Tlp. (0274) 6859208 HP : 081 328 522 537 Email : haerudinagus@yahoo.co.id BLOG : baikakasia.blogspot.com/haerudinagus.multiply.com WEB : http://www.batikakasia.webs.com
maaf, utk belajar batik wilayah jakarta bisa?
mau kursus batik di Jogja hubungi Masiswo, HP:0818275884
mas alamat kursusnya dimana? berapa hari dan biayanya berapa?
@Alamatnya sudah tercantum, utk biayanya bisa langsung tanya ke Museum tekstil saja yach Karina
Best regard,
Bintang
to Karina hubungi HP:0818275884, di Yogyakata
@bintang: telp museum batik brp ya ?
tempat kursus di jogjanya daerah mana ya??
kan disana ada batik terbesar didunia tapi gk dipajang…..
saya sudah lama ingin belajar batik,bahan2nya pun sdh saya beli dr solo,cuma niat gagal gara2 minyak tanah buat kompor dah ngak ada, apa ada cara lain buat cairin lilin?
saya ingin belajar batik yang profesional tapi di jakarta ada tidak ???
Kalau ada berapa biaya nya, berapa hari dan dimana tempatnya???
Terima kasih sebelumnya
saya ingin berkunjung ke sana dengan membawa anak – didik kami< dan bagaimana caranya,, dan berapa biayanya ?
Mungkin bisa langsung hubungan no telp di museum tsb. Krn berbagai info bisa langsung didpt disana, mulai dari tiket masuk, sampai workshop batik nya, krn ada beberapa pilihan kursus
Best regard,
Bintang
manis kok pakai batik
Ayoooo, berkunjung lagi ke Museum Tekstil, untuk mengapresiasi batik-batik yang dipamerkan di Galeri Batik yang baru saja diresmikan oleh Bapak Jero Wacik tanggal 2 Oktober 2010 lalu. LOkasinya, persis di komplek Museum Tekstil. Jadi…sekali berkunjung, banyak pengalaman bisa dipetik: mengenal tekstil, pohon-pohon pewarna alami, eksplorasi batik dan cara membatik. Welcome!
pokok na ga nyesel datang ke museum tekstil…….
aku pengen ke museum batik tempatnya dimana ya…masuknya mahal ga?
nice post…
btw, kursus buat batiknya ga harus janjiankan???
dateng aja bisa langsung kursus kan???
tq
nice post…
btw, kursus buat batiknya ga harus janjiankan???
dateng aja bisa langsung kursus kan???
tq
jadwal kursusnya gimana, ada yg hari sabtu atau minggu gak, and program 2011 apa nich…
hi.,,,aku pengen juga deh belajar batik..kapan ya jadwal kursusnya unutk bulan juli apa agustus….
bisa di kabarin secepatnya nggak ya.
makasih
tolong beri info pada saya ttg berapa dana yg diperlukan jika berkunjung sekaligus belajar membatik untuk anak sekolah dasar
mbak, tlg kasih tau aja biaya kursusnya ya….biar kita2 gak repot…da mbak bageur…..oke kan????
Untuk teman-teman yang kepingin memperdalam batik/belajar batik serta proses warna silahkan hubungi kami> Mirza Sebastian (Batik Sekar Kedhaton). Jl. Rajawali No. 77. Ketandan, Bnguntapan, Bantul> 081328628227.
Terima kasih untuk tulisan serta postingan fotonya meskipun setelah di lihat tgl postingnya sudah cukup lama, namun isinya cukup informatif alih-alih ke situs resminya foto-foto di blog anda lebih informatif. Saya jadi tertarik untuk ke museum ini setelah membaca postingan ini.
terima kasih untuk tulisan nya, sangat menarik.
Saya ingin belajar membatik, apakah bisa membantu saya dengan info bagaimana cara nya kursus batik rutin dan menghubungi ke mana untuk info lengkap nya, terima kasih.
Salam Budaya
Sdr Irma,, saangat senang anda ingin belajar batik. dg begitu anda sedikit banyak tentang upaya pelestarian budaya..
sebagai info banyak sekali sekarang tempat kursus batik tulis.. termasuk di musium Batik Jakarta, Yogyakarta dan di tempat2 lainnya. kalau di jogja anda juga bisa datang di Balai Besar Kerajinan dan Batik atau di sentra2 kerajinan batik, atau bisa juga di sanggar Batik Sekar Kedhaton, http://batikwarisanbudaya.blogspot.com
saya mw tanya kalau di museum tekstil jakarta itu apa mereka juga menjual alat “canting”nya? soalnya saya sulit mencari penjual jujur di internet.
Akkapur Laura..
Salam.
Mau cari alat Batik mbak/mas?.di pekalongan banyak, atau di jogja juga banyak toko peralatan Batik> Inti Warna, ngasem baru, atau di PRAWOTO, utara pasar ngasem. Sebagai gambaran harga canting rata-rata Rp. 2500,-/biji, kompor Rp. 15-25.000, wajan Rp. 15.25000,- malam Rp. 12-350000,-
Semoga berguna. Amin