PERJALANAN NAPAK TILAS SEJARAH (PART 9) MUSEUM BANK INDONESIA Agustus 29, 2008
Posted by elindasari in Belajar.Tags: Inovatif, Museum Bank Indonesia (MBI), Non Numismatik, Numismatik
trackback
MUSEUM BANK INDONESIA
Perjalanan saya dan rombongan kali ini adalah menuju ke Museum Indonesia. Letak Museum Indonesia berdekatan dengan Museum Bank Mandiri. Jadi kami cukup berjalan kaki kira-kira 10 menit sudah bisa sampai kesini.
Museum Bank Indonesia (disingkat ”MBI”) ini persisnya terletak di Jalan Pintu Besar Utara Jakarta, yaitu menempati area Gedung Bank Indonesia Kota (depan stasiun Beos Kota).
Museum ini mulai dibuka sejak tgl 15 Desember 2006 lalu. Kesan pertama yang saya tangkap dari Museum Indonesia ini adalah sebuah bangunan besar dan megah berwarna putih dan terawat.
(Hem, sangat menyenangkan kalau semua museum yang ada di Indonesia bisa terawat seperti ini. ”Amien”).
Di Museum ini saya mendapatkan berbagai informasi tentang sejarah Bank Indonesia. Selain itu terdapat pula fakta dan benda sejarah dari masa jauh sebelum Bank Indonesia berdiri, yaitu pada masa kerajaan-kerajaan Nusantara dan bagaimana mereka melakukan transaksi dagang dengan bangsa lain.
Dalam beberapa bagian ditampilkan contoh / koleksi uang yang pernah digunakan di Indonesia sejak masa tahun 1500-an. (Tua sekali yach…)
Disini saya sempat melihat koleksi ”Numismatik” (berupa uang kertas, uang logam, dan uang terbitan khusus). Serta koleksi ”Non Numismatik” (berupa gedung, peralatan kantor, furniture, dll).
Koleksi-koleksi tersebut sangat tertata rapi didalam lemari kaca. Untuk koleksi-koleksi uang, kita bisa melihatnya secara detail karena dilengkapi dengan kaca pembesar yang didesain khusus, yang dapat digerakan ke atas-ke bawah, kesamping kanan – kiri, sehingga kita dapat melihat uang tsb secara jelas dan detail tanpa harus menyentuh uang yang berada dalam lemari kaca tersebut.
(Hem, benar-benar solusi yang inovatif untuk menjaga keasrian benda-benda langkah dan kuno)
Selain koleksi tsb terdapat pula koleksi kebijakan yang akan membawa kita menjelajahi lebih jauh langkah-langkah yang telah ditempuh oleh Bank Indonesia di bidang Kelembagaan, Perbankan, Moneter dan Sistem Pembayaran.
Disini kita bisa langsung menonton di layar monitor yang terpasang dengan perangkat lunaknya (keyboard). Kita tinggal pilih dari menu yang telah disediakan / diprogram.
(Saya dan anak saya sempat mencobanya lho, dan lumayan menyenangkan, hehehe)
O, ya sebelum saya dan rombongan berkeliling museum, kami juga sempat menyaksikan pemutaran film di Museum Bank Indonesia. Karena sebagian besar rombongan kami masih usia pelajar dan anak-anak maka petugas dari Museum Bank Indonesia memilihkan film yang bernuansa kartun.
Tapi meskipun film yang disajikan bernuansa kartun, ternyata isi sarat dengan pengetahuan & wawasan. Filmnya sendiri temanya ringan dan mudah dicerna.
(Buktinya setelah menyaksikan film tsb anak saya yang berusia 9 tahun dan anak-anak teman saya yang ikut rombongan bisa dengan lancar menjelaskan beberapa istilah dalam dunia perbankan seperti : Arti Inflasi, Arti Nilai Tukar Nominal, Fungsi Uang, Arti Nasabah, Keuntungan Menabung, Fungsi Bank Indonesia, dan lain-lain)
Nah, ternyata tidak sulit untuk membuat mereka (anak-anak) gembira dan menambah wawasan anak dan kita bukan. Cukup berkunjung ke tempat-tempat seperti ini.
Saya yakin bila kita semua bisa menanamkan rasa kecintaan akan budaya, bangsa dan tanah air kita untuk generasi kita yang akan mendatang, tidak mustahil bangsa kita akan MAJU. ”Amien”.
Ok, sekian dulu cerita saya. Karena perjalanan saya dan rombongan masih berlanjut untuk “Napak Tilas Jejak Proklamasi” (yang akan dimulai dari Museum Perumusan Naskah Proklamasi ke Tugu Proklamator).
(Yap…saya dan rombongan harus buru-buru berganti pakaian dengan kostum unik Gaya Tempo Doeloe. Maklum saya dan rombongan akan ikut memeriahkan hari jadi bangsa kita 17 Agustus-an. Salam Merdeka !!!)
Masih penasaran cerita serunya, tetap ikuti yach…
Semoga bermanfa’at dan memberi inspirasi.


wuihhh,
sebuah perjalanan full educated
sejarah memang tak blh dilupakan
generasi skrng prl lbh srng dilibatkan
dlm wisata sejarah….
jgn ke mall dan sarana hiburan melulu
@Yap setuju sekali, mas…mudah2an ceritaku ini bisa memberi inspirasi bagi para pembaca sekalian untuk ikutan mengenalkan sejarah bangsa kita terutama pada generasi muda, hehehe…

Terima kasih atas kunjungannya ke blog saya mas
Best Regard,
Bintang
http://elindasari.wordpress.com
Ooooo… baru tahu ada museum bank…. Tks infonya… jadi seneng baca2 di sini nih!… boleh kan?
@Terima kasih kembali mas Andy. Senang dapat kunjungan dari mas Andi. Sering2 main kesini yach

Best Regard,
Bintang
http://elindasari.wordpress.com
Sekarang saya malah jarang pegang uang beneran. Pegang uang plastik lebih mudah buat saya biar bisa ngirit. Untung ada Bank ya kalau ngak kali masih harus barter, ngak kebayang ribetnya. thanks
@Hehehe..benar mbak yulism kalau tidak ada bank nggak kebayang gimana ribetnya transaksi masa kini, hehehe…

Terima kasih atas kunjungannya mbak
Best Regard,
Bintang
http://elindasari.wordpress.com
Wah asik juga ya bisa jalan-jalan sambil belajar…nambah ilmu dan pengetahuan apalagi bisa ajak anak2….jadi gak susah payah nerangin ke anak hal-hal yang rumit seputar uang….pengen deh bisa ikutan…..kapan ya…?
Terima kasih ceritanya…..
Salam,
Advokat Listiana
@Iya mbak, pegalamannya asyik dan menyenangkan sekali (terutama untuk anak2). Di Yogjakarta mungkin juga ada mbak sejenis komunitas historia, mungkin sebutannya komunitasnya saja yang agak berbeda. Biasanya komunitas ini secara rutin mengadakan acara unutuk kunjungan ke tempat2 bersejarah di kota-kota mereka. Biasanya juga mereka mengajak / menyertakan orang umum untuk berpartisipasi. Nah, kalau mau ikutan bisa menghubungi mereka, tapi sayangnya untuk sa’at ini saya belum tahu alamat komunitas tsb utk daerah Yogjakarta.
Ok, kapan2 kita cerita2 lagi ya mbak
Best Regard,
Bintang
http://elindasari.wordpress.com
isinya pasti nggak jauh2 sama uang ya
@Ya betul, tapi ada juga hal-hal lain selain uang lho, hehehe

Best Regard,
Bintang
http://elindasari.wordpress.com
Napak tilasnya menarik juga ya. Kapan2 mau ajak anak2 kesana juga ah. Supaya mereka ikutan ngerti juga tentang masalah keuangan. Biar ndak minta uang melulu. Hehehe….
Btw, salam kenal ya bu.
@Hallo Mas Johan salam kenal kembali. Selamat mengajak anak2 jalan2 ke museum yach

Best Regard,
Bintang
http://elindasari.wordpress.com
Salam kenal Mbak Elinda,
Saya termasuk penggemar museum. Kalau wisata kemana pun, yang didatangi selalu museum (saudara-saudara sayamah sukanya ke mall, lha kalau mall kan dimana-mana sama ya …). Mata uang kuno juga saya jumpai di Rumah Baanjuang, museum di tengah kota Bukittinggi yang didirikan sejak zaman Belanda. Ada juga di Museum La Galigo, Makassar. Terus, di Museum Siwalima, Ambon, malah ada mata uang yang sangat unik, karena berupa kain yang ditenun oleh para puteri raja. Ukuran kain tenun itu lebih besar sedikit dari ukuran uang kertas, tapi nggak ada angka nominalnya (mungkin nilainya berdasarkan perjanjian saja).
Wisata ke museum memang selalu asyik. Selamat berwisata dan mencintai budaya kita …
@Hello Mbak Tuti, senang sekali dapat berkenalan dengan mbak Tuti. Wow…mantap benar, ternyata mbak Tuti juga pecinta museum, benar mbak ternyata jalan2 ke museum itu tak kalah mengasyikan dengan jalan2 ke mall, hehehe. Krn banyak sekali informasi dan pengetahuan yang akan kita dapatkan utk menambah wawasan. Selamat menikmati wisata lainnya juga yach mbak, semoga kita semakin mencintai seni dan budaya tanah air kita…
Best Regard,
Bintang
http://elindasari.wordpress.com
Dear Mbak Bintang,
Silahkan untuk di Link.
Terima kasih ya.
Salam Asep Kambali
@Ok, Kang Asep, sekarang blognya kang asep sudah saya link


Terma kasih atas kunjungannya Kang
Best Regard,
Bintang
http://elindasari.wordpress.com
boleh minta informasinya gk?
di bank indonesia itu jual uang kuno gk?
kalo ada yg tau atau pernah ke sana please kasih tauin yaa…thank’s
@Wah, kalau informasi itu saya belum tahu, tapi setahu saya kalau sandy mencari uang kuno di pasar baru, di pasar senen juga ada yang menjual.

Semoga infonya bermanfa’at
Best regard,
Bintang
http://elindasari.wordpress.com
Banyak juga rupanya pencinta numismatik. Sayang saya baru baca skrg. Mudah2an tulisan itu menggugah masyarakat Indonesia utk mencintai numismatik. Salam
@Terima kasih atas kunjungannya Mas Djulianto. Saya juga berharap demikian. Semoga kedepannya semakin banyak yang peduli pada pelestarian numismatik dan sejenisnya. Sukses juga buat mas Djulianto

Best regard,
Bintang
http://elindasari.wordpress.com
mantap