PEREMPUAN KERETA ANGIN Juli 10, 2008
Posted by elindasari in puisi.Tags: belahan jiwa, nafkah, perempuan, perkasa, rejeki
trackback
PEREMPUAN
KERETA ANGIN
Ku hanya tahu,
Kau perempuan baya,
Rajin lewat di jalan kampungku,
Menggowes kereta angin,
Sa’at mentari masih enggan bangun,
Yang kutahu,
Sa’at kau gowes kereta anginmu,
Kau rajin menatap ke muka,
Penuh harap, penuh semangat
Bermandikan tetes peluh & keringat,
Aku tahu,
Kau perempuan baya “Perkasa”,
Berjuang mencari nafkah,
Atas nama cinta – kasih,
Buat menghidupi belahan jiwa,
Yang selalu menanti sejumput Rejeki,
Putaran jeruji kerete angin perempuan baya Perkasa !
Kupersembahkan untuk :
Mbah Parinem, pengojek kereta angin

hohoho. jadi keinget dulu pas sma. temen2ku ga ada yg percaya kalo kereta angin itu sepeda. kasian mereka…
(^_^)v
Taqobbalallahuminna waminkum
Washiyamana washiyamakum
Minal ‘Aidin walpaidzin
Mohon Maaf Lahir dan Bathin 1 Syawal 1429 H
@Sama-sama Kang Asep mohon ma’af lahir bathin juga.

Ma’af baru sempat dibalas, karena abis libur panjang blognya belum sempat diupdate lagi hehehe
Best Regard,
bintang
http://elindasari.wordpress.com