GORESAN TERCINTA BUAT IBU & AYAH Juni 5, 2008
Posted by elindasari in puisi.Tags: bahagia, Hati, ibu & ayah, rindu, tercinta, teringat, Tuhan
trackback
Saat kutengadahkan mukaku ke atas menatap terik mentari,
Saat kutatap gemerlap bintang di kala gelap yang siap mengantarkan mimpi,
Tergores sepasang nama,
Nama yang selalu kuingat dalam benak diri,
Saat kupalingkan mukaku ke bawah menatap dinding & lantai,
Tetap tergores sepasang nama,
Nama yang selalu kukenang hingga akhir hayat diri,
Saat kulalui hari-hari berganti,
Tetap selalu tergores,
Tetap terukir dalam sanubari ini,
Tetap tertata, tersusun dengan indah,
Sepasang nama yang akan selalu kuteladani,
Sepasang nama,
Nama… yang selalu rela berkorban untukku,
Berkorban hingga akhir hayat mereka,
Yang selalu merelakan & mengiklaskan hidupnya,
Untuk diriku,
Untuk kebahagianku,
Untuk membimbingku,
Untuk menempah diriku,
Menjadi seorang MANUSIA,
Kepala ini tertunduk,
Mata ini sembab,
Lidah ini keluh,
Hati ini pilu,
Saat kukenang,
Saat-saat indah bersamanya,
Ketika dekap erat penuh kasih,
Membelenggu seluruh jiwa,
Dalam hening pikiranku,
Kutatap raut mukanya yang sudah keriput,
Kuingat tatap bola mata yang mulai pudar,
Kurasakan tetes deras keringatnya,
Kulukis putih rambut yang menipis & beruban,
Semua itu,
Untuk menafkahi kehidupan kami,
Meskipun dalam berat hari-harimu,
Terkadang muncul amarah mereka buatku,
Tapi ku tahu amarahnya adalah bagian kasihnya untukku,
Marahnya adalah cintanya untukku,
Tuhan,
Sampaikan rasa rindu ini buat mereka,
Sampaikan goresan kata dariku buat mereka,
Sampaikan jika aku selalu mengingat mereka,
Sampaikan kalau aku selalu mendambakan kehadiran mereka,
Meskipun terkadang,
Aku lalai, aku lupa,
Aku terlalu sibuk untuk urusanku sendiri,
Hingga terkadang waktu 24 jam tidak cukup kusisakan buat mereka,
Tuhan,
Sampaikan goresan kata ini untuk mereka,
Rasa terima kasih yang mendalam,
Rasa bakti yang mendalam,
Atas semua perhatian mereka,
Atas kasih sayang mereka,
Atas do’a-do’a mereka,
Atas semua pengorbanan mereka,
Untuk semua kesuksesan diriku,
Karena aku, terkadang lalai untuk berbagi dengan mereka,
Aku terkadang terlena dengan kesenangan juga kesuksesan diri,
Tuhan,
Bahagiakan mereka,
Dalam setiap tetes air mata bahagia yang mereka jatuhkan,
Dalam setiap pengabdian & ibadah yang mereka lakukan,
Untuk-MU Yang Maha Segalanya !
bagus sekali puisinya…terharu saya membacanya. Kadang di waktu 5 menit kita setelah beribadah, kita lupa untuk memanjatkan doa untuk mereka, padahal mereka tidak pernah lupa untuk berdoa demi kesuksesan anak2nya…
Terima kasih mbak atas tausiahnya….
@ Hehehe terima kasih kembali Mas Rosyid, sering-sering singgah yach !
Best Regard,
Bintang
http://elindasari.wordpress.com
sayang
sajak yang tertulis menjadi rancu
tulisan yang indah
kehilangan arah
andaikan kamu menuliskan seperti ini
kutulis namamu di langit
namun angin membawanya pergi
kutulis namamu di pasir
namun ombak menyapunya
kutulis namamu di hati
ia selamanya ada dan tinggal
tulisan asli Resa Arya Pundarika
wah bagus tulisannya.met kenal yap
@Lam kenal juga ipanks
Best regard,
Bintang
MaKasIcH BaNget YacH Yang Uda MeNuLis puIsi Ini,,, seKaraNg aq TaU BaGaIMaNa PeNgOrBaNan SeOraNg Ibu,,,..
aq saNgat MeNyesaL sUdaH MeNeTesKaN aIr maTa Ibu aq…
MuLaI seKarAng aq gK BaKaLaN LagI MeMbuAt Ibu aq MeNeTesKaN aIr MaTaNya cUkup seKaLi aJa..
@Terima ksh atas kunjungannya dodi
Best regard,
Bintang
Bagus bgt, sangat menyentuh..
Salam kenal mbak, saya senang dengan puisi2 untuk ayah dan ibu, saya sudah tidak ada lagi kedua orang tua, disaat bulan Ramadhan ini terasa sekali akan kehadiran mereka? trims ya mbak
Keren puisi.a,,,menyentuh bnget.,,ap lg d.barengi ma lagu sedih tuu,,pasti tmbh cntik d.dengar y,,,uuumh,,,
MakasiH Udh Nulis Puisi Ini..
Aku Sangatd Terharu………….
satu kata : cakeep
waaah bagus puisinya,,,,