Apakah ANDA Menarik? Juni 30, 2008
Posted by elindasari in Tips.Tags: bertanggung jawab, flexible, Gaya bicara positif, menarik, murah hati, nama orang lain, orang penting, pendengar yang baik, perubahan, pribadi, ramah, sikap, Sukses
7 comments
Wow, ketika muncul pertanyaan tersebut pada diri kita, pasti kita akan bertanya-tanya, maksud lho ?. Lalu kita akan berpikir lebih dalam makna yang tersirat didalam kata-kata kunci tsb. “Menarik…ya…Menarik ???. Ya, dalam keseharian kita, tentu sangatlah menyenangkan bila kita, atau diri anda menjadi sosok yang menarik bukan ?. Lantas yang seperti apa detailnya. Nah kita kulas sedikit disini.
Kadang kita menemukan seseorang yang kita kenal, yang begitu menyenangkan, hingga membuat kita merasa nyaman dan merindukan kehadiran orang itu. Bisa dibilang orang semacam ini memiliki daya tarik bagi orang lain. Daya tarik merupakan kualitas istimewa yang ada pada sesorang dan membuat keterpesonaan pada orang lain.
Pentingnya memberikan “Pujian Yang Tulus” Juni 19, 2008
Posted by elindasari in Renungan.Tags: Gendang, Kesenian Daerah, Lagu, Melayu, Motivasi, Musik, Perkusi, Prestasi, Pujian, Seruling Bamboo, Tanjidor, Tembang, Terompet Raksasa, Tetangga, Tulus
6 comments
Dulu sewaktu saya kecil dan masih tinggal di daerah (kebetuIan daerahku sangat kental akan kebudayaan Melayu). Tepatnya kesenian tradisional Melayu. Mulai dari tembang-tembang sampai dengan irama pengiring seperti rampak gendang, seruling bamboo sampai instrument yang sangat etnik dan khas selalu terdengar untuk mengiringi pesta keemasan rakyat. Misalnya saja kesenian musik ala tanjidor yang lengkap dengan terompet raksasa dan musik perkusi yang akan mengeluarkan suara meriah kicik-kicik, ger-ger, dor, dor.. ., dst. Pokoknya kalau ada pertujukkan dan pentas seni budaya masyarkat, suasana akan heboh & kesannya meriah sekali. Aku dan keluargaku biasanya tak mau ketinggalan menyaksikan pertunjukkan seni, budaya tersebut.
Apalagi, kebetulan tetanggaku adalah salah seorang personil seni musik tradisonal untuk tembang-tembang nuasa Melayu. Jadi semakin taka sing bagi kami akan nuansa seni ini. Kita sebut saja namanya Bang Toyib. Bang Toyib ini mempunyai seorang isteri yang cantik juga mempunyai bakat dalam menyanyi / nembang. Kita sebut saja namanya Zubaidah . Jadi kami para tetangga sangat mengagumi mereka. Karena mereka berdua, menurut kami mereka adalah pasangan yang pas. Seorang wanita cantik dengan suara yang merdu berpasangan dengan seorang pemuda yang sangat pandai memainkan alat-alat musik tradisonal melayu.
RESEP LANGGENG PERNIKAHAN IBU & AYAHKU Juni 12, 2008
Posted by elindasari in Renungan.Tags: anak, ibu & ayah, Inspirasi, kasih sayang, kebaikan, langgeng, marah, melupakan, mengingat, pengertian, perhatian, pernikahan, Resep, romantis, sharing, zaman dahulu, zaman sekarang
3 comments
Ini adalah cerita tentang resep perkawinan yang langgeng dari ibu & ayahku. Karena pada hari ini mereka merayakan hari jadi pernikahan mereka yang ke 42, jadi tadi pagi saya sempatkan untuk memberi ucapan selamat dan tak ketinggalan do’a terbaik buat mereka tentunya..
Hem, terus terang aku sebagai anak ketiga di keluargaku sangat bangga, sekaligus kagum atas kelanggengan pernikahan mereka. Diusia mereka yang tidak lagi muda, mereka masih tetap mesra, akur, dan saling perhatian & pengertian. Sungguh aku sangat mengidolakan mereka.
Jadi Ibu Yang Bisa Dibanggakan Oleh Anak-Anak Kita ! Juni 11, 2008
Posted by elindasari in Artikel.Tags: 22 Desember, Anak-anak, Baby sister, Bacaan, Berdo'a, Bunga, DVD, Games, Gaul, Hamil, hari Ibu, Ibu, Jaman dulu, KB, Kebanggaan, Laptop, Les, Masak, Mertua, Ngelantur, Ngoro-ngidul, Nikah, Peggy Melati Sukma, Pembantu, Penyakit, PS, Pusing, Rekreasi, Sekolah, Tamasya, Tokso, Tontonan, TV, USG
5 comments
Boleh dong kalau artikel saya kali ini, saya ajak para blogger jadi agak ngelantur-ngelantur dan ngoro-ngidul sebentar. Karena akhir-akhir ini saya sering dapat curhatan dari teman-teman (rata-rata udah menikah dan punya anak). Yang ternyata punya cerita seru-seru, dan baru ngerasain ketika mereka sendiri yang mengalami. Bagaimana “Susahnya Jadi Ibu di Jaman Sekarang”. Tapi cerita ini hanya sekedar curhat atau boleh dibilang sharing, tidak bermaksud yang aneh-aneh apalagi ada kesan menyesal, sebel dan sejenisnya.
So, ayo kita simak cerita-ceritanya yuk….
Bagaimana prinsip 90/10 itu ? Juni 9, 2008
Posted by elindasari in Artikel.Tags: Inspirasi, Kondisi, manfaat, Mengapa, Menikmati hidup, Prinsip 90/10, Reaksi, Stephen Covey
4 comments

Ketika lagi agak suntuk, saya sempat membaca artikel ini. Dalam artikel ini disebutkan bahwa 10% dari hidup kita terjadi karena apa yang langsung kita alami, sedangkan 90% dari hidup kita ditentukan dari cara kita bereaksi.
Hem gimana caranya, apa maksudnya yach ? Saya jadi penasaran. Nah, kalau anda juga penasaran baca artikel pendek berikut ini. Mudah-mudahan setelah membaca artikel ini kita jadi sadar bahwa dalam hidup ini sebenarnya banyak hal yang bisa membuatnya jadi lebih indah. Yuk kita kupas….
Prinsip 90/10
Apa maksudnya ?
Anda tidak dapat mengendalikan 10% dari kondisi yang terjadi pada diri anda.
Contohnya :
Anda tidak dapat menghindar dari kemacetan. Pesawat terlambat datang dan
hal ini akan membuang seluruh schedule anda. Kemacetan telah menghambat
seluruh rencana anda. Anda tidak dapat mengontrol kondisi 10% ini.
Tetapi beda dengan 90% lainnya. Anda dapat mengontrol yang 90% ini.
Bagaimana caranya ? Dari cara reaksi anda !!
Anda tidak dapat mengontrol lampu merah, tetapi anda dapat mengontrol
reaksi anda.
Marilah kita lihat contoh dibawah ini :
Memberi di Tengah Kesulitan Juni 5, 2008
Posted by elindasari in Renungan.Tags: Berbagi, Inspirasi, Kesulitan, memeberi, Menggila, Prihatin, Sewot, Tolong menolong, Tuhan
5 comments
“Ah, lagi-lagi kebijakkan pemerintah membuat rakyat semakin terhimpit. Semakin buat rakyat makin miskin, makin susah untuk hidup layak !”, gumamku pagi ini ketika aku membaca headline koran yang biasa diletakkan pembantuku di meja makan, untuk menenami aku sarapan.
Mulai berita demo, sampai berita rintihan rakyat kecil yang semakin tertindih beban berat akibat kenaikan BBM baru-baru ini. Wow bikin pusing kepala !
“Ah, daripada pusing, lebih baik aku ke pasar tradisional dekat rumahku !”. Ya..hitung-hitung aku bisa dapat belanjaan lebih murah & lumayan untuk berhemat di tengah krisis yang mulai mendera dimana-mana.
GORESAN TERCINTA BUAT IBU & AYAH Juni 5, 2008
Posted by elindasari in puisi.Tags: bahagia, Hati, ibu & ayah, rindu, tercinta, teringat, Tuhan
5 comments
Saat kutengadahkan mukaku ke atas menatap terik mentari,
Saat kutatap gemerlap bintang di kala gelap yang siap mengantarkan mimpi,
Tergores sepasang nama,
Nama yang selalu kuingat dalam benak diri,
Saat kupalingkan mukaku ke bawah menatap dinding & lantai,
Tetap tergores sepasang nama,
Nama yang selalu kukenang hingga akhir hayat diri,
Saat kulalui hari-hari berganti,
Tetap selalu tergores,
Tetap terukir dalam sanubari ini,
Tetap tertata, tersusun dengan indah,
Sepasang nama yang akan selalu kuteladani,
Sepasang nama,
Nama… yang selalu rela berkorban untukku,
Berkorban hingga akhir hayat mereka,
Yang selalu merelakan & mengiklaskan hidupnya,
Untuk diriku,
Untuk kebahagianku,
Untuk membimbingku,
Untuk menempah diriku,
Menjadi seorang MANUSIA,